Lalu Lintas di Wilayah Denpasar Diawasi Ketat, Masyarakat Diimbau Taat

- Operasi Keselamatan Agung 2026 di Denpasar menitikberatkan pada pelanggaran lalu lintas yang berpotensi fatalitas kecelakaan, seperti tidak menggunakan helm atau sabuk pengaman.
- Pada hari ketiga operasi, dilakukan penindakan tilang sebanyak lima kali dengan barang bukti berupa tiga lembar STNK dan dua unit sepeda motor. Operasi ini melibatkan 1.492 personel Polri di seluruh Bali.
- Kepolisian berharap operasi tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih disiplin dan beretika dalam berlalu lintas, serta menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran di jalan raya.
Denpasar, IDN Times - Sejumlah pelanggar lalu lintas terjaring Operasi Keselamatan Agung 2026 di Traffic Light Sudirman pada Rabu (4/2/2026). Kasi Humas Polresta Denpasar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan, sasaran Ops Keselamatan Agung 2026 menitikberatkan pada pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan fatalitas kecelakaan. Pelanggaran yang dimaksud antara lain pengendara yang tidak menggunakan helm atau sabuk pengaman, mengemudi di bawah pengaruh alkohol, menggunakan ponsel saat berkendara, serta perilaku lain yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
"Operasi ini difokuskan pada upaya preventif dan preemtif melalui pemberian himbauan serta edukasi kepada masyarakat terkait etika dalam berlalu lintas," ungkapnya pada Rabu (4/2/2026).
Penindakan pelanggar lalu lintas terutama roda dua

Menurut Saputra Jaya, pada hari ketiga pelaksanaan kegiatan tersebut telah dilakukan penindakan tilang sebanyak lima kali. Barang bukti yang diamankan berupa tiga lembar STNK dan dua unit sepeda motor.
Operasi lalu lintas ini digelar selama 14 hari, terhitung sejak 2 Februari 2026, dengan melibatkan 1.492 personel Polri di seluruh Bali. Dalam pelaksanaannya, operasi mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif secara humanis, serta didukung penegakan hukum secara profesional melalui sistem E-TLE.
Pada hari pertama Operasi Keselamatan Agung 2026, kegiatan dilakukan di kawasan Traffic Light Sunset Road oleh Satlantas Polresta Denpasar. Petugas menindak 13 pelanggar, memberikan teguran melalui E-TLE sebanyak 79, serta teguran lisan sebanyak 41.
Sementara pada hari kedua, operasi digelar di Traffic Light Buagan. Petugas berhasil menindak delapan pelanggar lalu lintas dengan barang bukti yang disita berupa tiga lembar STNK, empat unit sepeda motor, dan satu lembar SIM.
Kesadaran masyarakat berlalulintas diharapkan meningkat

Kepolisian berharap operasi tersebut dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih disiplin dan beretika dalam berlalu lintas, sehingga angka pelanggaran maupun kecelakaan dapat ditekan. Selain itu, ketaatan berlalu lintas diharapkan mampu menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran di jalan raya.
Personel Satuan Lalu Lintas Polresta Denpasar juga membagikan brosur dan stiker berisi langkah-langkah pencegahan kecelakaan, serta membentangkan spanduk sebagai sarana sosialisasi kepada pengguna jalan.
"Selain menindak, kami juga melaksanakan kegiatan preemtif dan preventif dengan membagikan brosur serta stiker sosialisasi, sekaligus memberikan bimbingan dan penyuluhan (binluh) kepada para pengguna jalan mengenai pentingnya tertib berlalu lintas," jelasnya.
Kecelakaan lalu lintas di wilayah Bali meningkat

Lebih lanjut, Bali sebagai etalase pariwisata dan wajah Indonesia di mata dunia memiliki peran strategis dalam menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar, mengingat lalu lintas merupakan urat nadi perekonomian serta penunjang pariwisata berkualitas. Kepolisian menegaskan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan wisatawan, permasalahan kemacetan, pelanggaran, hingga kecelakaan lalu lintas turut mengalami peningkatan.
Berdasarkan data Ditlantas Polda Bali, jumlah pelanggaran lalu lintas pada periode 2024 hingga 2025 meningkat sebesar 54 persen. Sementara angka kecelakaan lalu lintas pada tahun 2025 juga mengalami peningkatan sebesar 2 persen. Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada keselamatan masyarakat serta citra pariwisata Bali.


















