Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Solusi Menghilangkan Kejenuhan Secara Bertahap

Pria yang sedang jenuh bekekrja (https://www.pexels.com/(andreapiacquadio)
Foto hanya ilustrasi (pexels.com/andreapiacquadio)

Badung, IDN Times - Menemukan kelegaan dan semangat kembali usai berjibaku dengan permasalahan mental menjadi angin segar tersendiri. Menurut Mental Health Counselor atau Culture and Learning Manager IDN, Hoshael Waluyo Erlan, ada beberapa langkah konkret yang bisa membantu seseorang mengatasi kejenuhan. Seseorang harus memahami bahwa situasi jenuh bukanlah perasaan permanen, melainkan merupakan fase dan bisa dilewati. Apa yang bisa dilakukan saat perasaan itu melanda? Nah, ada beberapa trik khusus untuk menanganinya.

"Istirahat tanpa rasa bersalah, diri kita berharga bukan karena apa yang dihasilkan, tapi karena siapa diri kita. Berbicara pada seseorang, entah teman dekat, keluarga, atau profesional dan menghindari dipendam sendiri. Beri diri waktu, bahwa pemulihan butuh proses, tidak instan. Kita sudah sangat kuat bertahan sampai sekarang. Kadang tubuh dan pikiran kita hanya butuh diperlakukan lebih lembut dan dimengerti. Mulailah dari hal-hal kecil," ungkapnya.

1. Cobalah untuk mengatur energi siang dan malam hari

Ilustrasi orang jenuh dengan pekerjaan (freepik.com/freepik)
Ilustrasi orang jenuh dengan pekerjaan (freepik.com/freepik)

Menurut Hoshael Waluyo Erlan, seseorang bisa memanfaatkan jam produktif. Misalnya menjadwalkan tugas-tugas yang butuh kreativitas dan fokus tinggi di sore atau malam hari. Sementara saat siang hari dimanfaatkan untuk menyelesaikan tugas ringan seperti menggunakan waktu siang untuk meeting, administrasi, atau tugas yang tidak membutuhkan konsentrasi berat.

"Power nap, jika memungkinkan. Coba tidur 20 menit di siang hari. Ini efektif untuk recharge kembali energi," ungkapnya.

2. Mulai langkah kecil pemulihan mental secara bertahap

ilustrasi penulis merasa jenuh (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi penulis merasa jenuh (pexels.com/Mikhail Nilov)

Langkah selanjutnya adalah mengecek kembali dan reset ekspektasi untuk mendapatkan keseimbangan dalam diri sendiri. Ia menyarankan agar kita mengusahakan untuk mencari 'kemenangan' kecil. Misalnya membuat 1-2 tujuan kecil yang pasti bisa dicapai setiap harinya. Hal ini penting agar kita merasakan yang namanya pencapaian dan menghayati emosi yang positif.

"Izinkan dirimu untuk tidak produktif 100 persen setiap hari. Manusia bukan mesin dan kamu mungkin perlu mencari keseimbangan," terangnya.

Selain itu, kamu bisa melakukan digital detox di malam hari, yakni mengurangi screen time selama 1 hingga 2 jam sebelum tidur untuk meningkatkan kualitas tidur.

3. Fokus mengembalikan gairah dengan melihat ke dalam diri sendiri

ilustrasi merasa jenuh dalam proses belajar (pexels.com/George Milton)
ilustrasi merasa jenuh dalam proses belajar (pexels.com/George Milton)

Reconnect dengan nilai diri sangat penting dilakukan. Menurut Hoshael, seseorang memerlukan momen untuk menanyai dirinya sendiri seperti apa yang dulu pernah membuat kita bersemangat, apa yang paling penting bagi kita dalam hidup, dan lainnya.

Untuk mengembalikan gairah dalam menjalani kehidupan juga disarankan mencari kegiatan yang memberi 'rasa', misalnya mencoba hobi baru, volunteering, join community atau belajar skill berbeda. Nature therapy dengan meluangkan waktu di alam bahkan sesederhana duduk di taman selama 15 menit.

4. Mulai konsisten dengan jadwal yang disusun setiap hari

Ilustrasi merasa jenuh (unsplash.com/kevin laminto)
Ilustrasi merasa jenuh (unsplash.com/kevin laminto)

Praktik harian yang bisa membantu di antaranya morning intention, di mana setiap pagi menetapkan satu niat baik untuk hari itu yang bukan target produktivitas. Kemudian gratitude journal, yakni sebelum tidur, tulis 3 hal sederhana yang disyukuri hari ini. Bergerak dengan olahraga ringan seperti jalan kaki 15 menit bisa mengubah mood menjadi lebih positif.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

Harga Daging di Bali 6 Februari 2026 dan Pangan Lainnya

06 Feb 2026, 13:25 WIBNews