Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Hal yang Dialami Seseorang Ketika Kejenuhan Tak Tertangani

ilustrasi jenuh bekerja (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi jenuh bekerja (pexels.com/Karolina Grabowska)

Badung, IDN Times - Pernahkah kamu merasakan kejenuhan yang tidak berujung? Beberapa orang mungkin pernah merasakan kejenuhan, dan berdampak pada kehidupan sosial hingga kinerja. Banyak hal yang pada umumnya bisa dilakukan untuk mengusir kejenuhan, misalnya cuti dari pekerjaan, berlibur, maupun me time. Hal ini dilakukan semata-mata untuk mengindari stres, depresi, hingga kecemasan.

Tetapi, akan lebih efektif jika kejenuhan juga dibarengi dengan konsultasi, sehingga mendapatkan penanganan tepat. Nah, menurut Mental Health Counselor atau Culture and Learning Manager IDN, Hoshael Waluyo Erlan, secara umum rasa jenuh hingga hambar dalam menjalani kehidupan, wajar dialami semua orang. Meski begitu, mengetahui segala kemungkinan penyebab kejenuhan tersebut akan lebih membantu seseorang untuk menangani kesehatan mentalnya.

"Perasaan ini sangat manusiawi dan banyak orang mengalaminya. Saya sepenuhnya memahami, paham betapa beratnya perasaan hambar dan jenuh sejenuhnya itu," terangnya.

1. Kenali pola energi natural pada diri sendiri

ilustrasi kejenuhan menulis artikel (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
ilustrasi kejenuhan menulis artikel (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Hoshael Waluyo Erlan tidak memungkiri ada orang yang secara alami lebih produktif di malam hari dibandingkan siang hari. Pola ini disebut chronotype, atau alam bahasa gaulnya Night Owl. Orang-orang yang memiliki pola energi ini membutuhkan trik khusus untuk mengatur ritme aktivitasnya. Satu di antaranya perlu menerima kualitas ini sebagai keunikan diri. Sehingga memungkinkan seseorang untuk mengatur jadwal hidup yang lebih fleksibel sehingga memaksimalkan produktivitas.

"Memang perlu untuk menerima kualitas ini sebagai keunikan diri," tekannya.

2. Memahami tanda burnout atau kelelahan mental

ilustrasi kejenuhan menulis artikel (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi kejenuhan menulis artikel (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Seseorang yang merasakan kehilangan gairah dalam hidupnya, merasakan melakukan hal yang sia-sia, susah tidur, hingga capek secara mental merupakan gejala yang mirip dengan kondisi burnout. Kondisi ini merupakan sinyal dari tubuh dan pikiran bahwa kita membutuhkan istirahat dan reset.

"Coba perhatikan pola istirahat. Apakah sudah cukup seimbang? Kemudian bagaimana kualitasnya?," ungkapnya.

3. Kurangnya meaning and purpose dalam kehidupan seseorang

Ilustrasi merasa jenuh. (freepik.com/freepik)
Ilustrasi merasa jenuh. (freepik.com/freepik)

Hoshael mengatakan, perasaan hambar dan apa yang dilakukan terasa sia-sia biasanya sering muncul ketika seseorang kehilangan tujuan dalam aktivitas sehari-hari. Situasi ini juga muncul pada kehidupan seseorang karena masalah atau situasi tertentu.

"Yang perlu diperhatikan, jika perasaan ini berlangsung terus menerus lebih dari 2 minggu, mengganggu kemampuan bekerja atau beraktivitas normal, disertai pikiran-pikiran negatif yang mengganggu dan sulit dikelola, maka pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau dokter untuk memeriksa kemungkinan masalah thyroid atau vitamin deficiency. Kadang gejalanya mirip," jelasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

Harga Daging di Bali 6 Februari 2026 dan Pangan Lainnya

06 Feb 2026, 13:25 WIBNews