Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Klungkung Uji Coba Mesin Pengolah Sampah dari Australia
TOSS Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Klungkung. (IDN Times/Wayan Antara)

  • Pemkab Klungkung mendatangkan tiga mesin pengolah sampah berbasis teknologi pyrolysis dari Australia untuk uji coba satu tahun mulai Mei 2026.
  • Mesin berkapasitas delapan ton per unit ini mampu mengolah sampah campuran hingga residu, menghasilkan abu yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik.
  • Dalam kerja sama ini, Pemkab menyediakan infrastruktur pendukung sementara pihak swasta menangani penyediaan, operasional, dan pengujian teknologi selama masa uji coba.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
14 April 2026

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, Dewa Komang Aswin, menyatakan mesin pengolah sampah berbasis pyrolysis dari Australia telah tiba di Pelabuhan Tanjung Perak. Ia menyebut uji coba akan dimulai pada awal Mei 2026.

awal Mei 2026

Pemerintah Kabupaten Klungkung dijadwalkan memulai uji coba mesin pengolah sampah pyrolysis selama satu tahun di TOSS Gema Santi. Uji coba ini merupakan bagian dari kerja sama dengan pihak swasta untuk mencari solusi jangka panjang penanganan sampah residu.

kini

Tiga unit mesin berkapasitas delapan ton per unit telah disiapkan untuk mendukung program pengolahan sampah di Klungkung. Pemerintah daerah berharap teknologi baru ini dapat mengurangi beban sampah yang mencapai sekitar 35 ton per hari.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Kabupaten Klungkung mendatangkan tiga unit mesin pengolah sampah berbasis teknologi pyrolysis system dari Australia untuk uji coba penanganan sampah residu selama satu tahun.
  • Who?
    Pemerintah Kabupaten Klungkung bekerja sama dengan pihak swasta, dengan koordinasi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung yang dipimpin Dewa Komang Aswin.
  • Where?
    Mesin akan ditempatkan di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Gema Santi, Klungkung, Bali. Saat ini mesin masih berada di Pelabuhan Tanjung Perak sebelum dikirim ke lokasi.
  • When?
    Mesin dijadwalkan mulai diuji pada awal Mei 2026. Informasi terakhir disampaikan pada Selasa, 14 April 2026.
  • Why?
    Langkah ini dilakukan untuk mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah residu yang sulit diolah dan mengurangi beban pengolahan sampah harian di TOSS Gema Santi.
  • How?
    Pemkab menyediakan infrastruktur pendukung seperti hanggar, listrik, dan air bersih, sementara pihak swasta menangani penyediaan mesin, operasional, serta pengujian teknologi selama masa uji coba satu tahun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Klungkung ada banyak sampah dan orang pemerintah mau bersih-bersih. Mereka bawa tiga mesin besar dari Australia buat bantu olah sampah. Mesin ini bisa bakar sampah jadi abu dan bisa dipakai lagi buat energi. Sekarang mesinnya sudah datang di pelabuhan dan nanti bulan Mei akan dicoba jalan satu tahun.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Langkah Pemkab Klungkung mendatangkan mesin pengolah sampah berbasis teknologi pyrolysis dari Australia menunjukkan komitmen nyata dalam mencari solusi inovatif terhadap persoalan lingkungan. Melalui kerja sama dengan pihak swasta, uji coba ini tidak hanya memperkenalkan teknologi baru yang mampu mengolah sampah residu, tetapi juga membuka peluang peningkatan kapasitas pengelolaan dan efisiensi di TOSS Gema Santi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Klungkung, IDN Times – Kabupaten Klungkung kembali mencoba cara baru untuk mengatasi persoalan sampah yang kian mendesak di Bali. Kali ini, pemerintah daerah mendatangkan mesin pengolah sampah berbasis teknologi pyrolysis system dari Australia.

Mereka melakukan uji coba selama satu tahun, hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung dan pihak ketiga. Fokus utamanya adalah mencari solusi jangka panjang, terutama untuk menangani sampah residu yang selama ini sulit diolah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, Dewa Komang Aswin, mengatakan mesin tersebut sudah tiba di Indonesia dan dijadwalkan mulai diuji pada awal Mei 2026.

“Mesinnya sudah datang dan masih di Pelabuhan Tanjung Perak. Rencananya awal Mei mulai diuji coba,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).

1. Tiga mesin masing-masing berkapasitas 8 ton per unit

Kondisi TOSS Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba. (Dok. IDN Times/istimewa)

Sebanyak tiga unit mesin masing-masing memiliki kapasitas pengolahan hingga 8 ton sampah. Nantinya, mesin ini akan ditempatkan di pusat pengolahan sampah Kabupaten Klungkung, TOSS Gema Santi.

Saat ini, beban sampah yang masuk ke lokasi tersebut sekitar 35 ton per hari yang berasal dari kawasan perkotaan, pasar, hingga Desa Kusamba.

2. Disebut-sebut bisa olah sampah campuran hingga residu

TOSS Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Klungkung. (IDN Times/Wayan Antara)

Menariknya, teknologi pyrolysis ini tidak hanya mengolah sampah organik, tapi juga residu jenis sampah yang selama ini paling sulit ditangani. Hasil akhirnya berupa abu yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik.

Selama masa uji coba, kerja sama kedua pihak mencakup pemasangan alat, operasional, pemantauan, hingga evaluasi dan pelaporan. Selain itu, juga akan dilakukan sosialisasi serta pelatihan teknis bagi pihak terkait.

3. Pembagian tugas pemkab dan swasta

TOSS Centre di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Klungkung. (IDN Times/Wayan Antara)

Dalam skema kerja sama ini, Pemkab Klungkung bertanggung jawab menyediakan infrastruktur pendukung seperti hanggar, pasokan listrik, air bersih, hingga kantor operasional. Sementara itu, pihak swasta menangani penyediaan mesin, operasional, hingga pengujian teknologi.

Jika uji coba berjalan sukses, pihaknya kemungkinan akan melanjutkan kerja sama ini secara permanen. Sebelumnya, Pemkab Klungkung sempat kewalahan menangani sampah residu kiriman dari 15 desa ke TOSS Gema Santi. Bahkan, pengiriman sempat dihentikan sementara karena keterbatasan kapasitas pengolahan.

“Semoga uji coba berjalan lancar. Kalau berhasil, tentu akan kita lanjutkan,” kata Dewa Aswin.

Editorial Team