Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemarau, 5 Ribu Hektare Sawah di Tabanan Dilindungi AUTP
Kondisi sawah di Jatiluwih Penebel saat musim kemarau tahun 2026 ini (Dok. Istimewa)
  • Pemkab Tabanan menyiapkan AUTP untuk melindungi 5 ribu hektare sawah dari risiko gagal panen akibat kekurangan air selama kemarau, dengan kepastian program ditargetkan Juni 2026.
  • Cakupan AUTP tersebar di delapan kecamatan; calon peserta didata melalui koordinator BPP dan harus memenuhi ketentuan, termasuk tergabung dalam subak terdaftar.
  • Premi AUTP sepenuhnya ditanggung pemerintah pusat dan Pemkab Tabanan, sehingga petani gratis; nilai pertanggungan tetap Rp6 juta per hektare saat gagal panen sesuai ketentuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tabanan, IDN Times - Musim kemarau yang terjadi saat ini, menyebabkan beberapa lahan sawah di Kabupaten Tabanan mengalami kekurangan air. Hal ini mengancam terjadinya gagal panen. Untuk melindungi resiko dari gagal panen ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan memberikan perlindungan terhadap lahan sawah melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Adapun kuota luas lahan sawah yang dikover AUTP tahun 2026 ini seluas 5 ribu hektare. Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Utama, mengatakan saat ini proses AUTP sedang dalam tahap administrasi.

"Proses administrasi AUTP saat ini tengah dilakukan. Dimana kepastian program ini baru didapatkan pada bulan Juni 2026," ujarnya, Rabu (9/9/2026)

1. Luas lahan tertanggung AUTP tersebar di 8 Kecamatan

Kondisi sawah di Jatiluwih Penebel saat musim kemarau tahun 2026 ini (Dok. Istimewa)

Made Darma mengatakan dari 5 ribu hektare kuota luas lahan yang mendapatkan perlindungan AUTP ini, lokasinya tersebar di 8 Kecamatan yaitu Kecamatan Tabanan, Kediri, Kerambitan, Marga, Penebel, Selemadeg, Selemadeg Barat dan Baturiti.

Pendataan calon peserta dilakukan melalui koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di masing-masing kecamatan. Petani yang menjadi sasaran harus terdata dan lahannya memenuhi ketentuan program, termasuk tergabung dalam subak yang terdaftar sebagai peserta AUTP.

"Cakupan perlindungan AUTP seluas 5 ribu hektare ini diharapkan menjadi perlindungan bagi petani dalam menghadapi risiko gagal panen, terutama pada lahan yang menghadapi persoalan ketersediaan air," kata Made Darma.

2. Petani tak perlu membayar uang premi

ilustrasi membayar premi (unplash.com/Sasun Bughdaryan)

Untuk skema pembiayaan AUTP tahun ini, menurut Made Darma, tidak memberatkan petani. Sebesar 80 persen premi, pembayarannya ditanggung pemerintah pusat. Sementara 20 persen yang harusnya dibayarkan petani, tahun ini ditanggung Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui APBD.

"Dengan skema ini, petani tidak perlu mengeluarkan biaya premi untuk mendapatkan AUTP," kata Made Darma.

Sementara itu untuk nilai pertanggungan AUTP tetap sebesar Rp6 juta per hektare apabila terjadi gagal panen sesuai ketentuan yang berlaku. Dana klaim tersebut diharapkan dapat membantu petani kembali melakukan usaha taninya setelah mengalami kerugian.

3. Pendataan calon peserta dilakukan agar penerima sesuai dengan kebutuhan

Kondisi sawah di Jatiluwih Penebel saat musim kemarau tahun 2026 ini (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Made Utama menjelaskan, kuota seluas 5 ribu hektare ini ditetapkan sesuai dengan anggaran. Oleh karena itu, pihaknya melakukan pendataan calon peserta terlebih dahulu untuk memastikan lahan yang menjadi sasaran program benar-benar sesuai kebutuhan.

"Oleh karena keterbatasan anggaran cakupan program AUTP tahun ini ditetapkan sebesar 5 ribu hektare. Karena itu, dilakukan pendataan terlebih dahulu sehingga penerimanya benar-benar tepat sasaran," katanya.

Ia melanjutkan, program AUTP diharapkan dapat memberikan kepastian perlindungan bagi petani, sekaligus menjadi upaya menjaga keberlanjutan usaha tani. Ketika terjadi gagal panen, petani masih memiliki perlindungan untuk memulihkan usaha dan kembali menanam pada musim berikutnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article