Debit Air Menurun, Petani Desa Jatiluwih Tabanan Pilih Tanam Tomat

- Kemarau panjang akibat El Nino menurunkan debit air di Desa Jatiluwih, Tabanan, sehingga sejumlah petani tidak dapat menanam padi.
- Wayan Semara Jaya membiarkan sawah 50 are kosong karena pasokan dari mata air Munduk Abangan berkurang, lalu merencanakan penanaman tomat pada Oktober.
- Setelah lebih dari sebulan tanpa hujan, debit air Jatiluwih diperkirakan turun hampir 50 persen; sebagian petani beralih ke jagung, kedelai, dan ubi.
Tabanan,IDNTimes-Efek El Nino yang menyebabkan musim kemarau panjang dan lebih kering, mulai dirasakan petani di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Penurunan debit air menyebabkan petani tidak bisa menanam padi karena air yang tidak mencukupi.
Salah satu petani di Jatiluwih yang terkena imbas adalah Wayan Semara Jaya. Lahan sawahnya seluas 50 are saat ini terpaksa dibiarkan karena tidak mendapatkan air cukup untuk menanam padi. "Kalau kondisi air nomal harusnya sudah tanam padi per 1 Agustus lalu. Tetapi sekarang terpaksa dibiarkan dulu. Rencananya Oktober ini mau ditanam tomat," katanya, Selasa (1/9/2026)
1. Debit mata air Munduk Abangan menurun

Kondisi sawah di Jatiluwih Penebel saat musim kemarau tahun 2026 ini (Dok.IDNTimes/Istimewa) Semara Jaya mengatakan, sawahnya merupakan bagian dari Subak Jatiluwih Tempek Gunung Sari. Sumber air untuk mengairi sawahnya berasal dari mata air Munduk Abangan. "Mata air ada di sebelah Utara Gunungsari. Airnya mengalir tetapi debitnya menurun," katanya.
Ia melanjutkan karena debit airnya tidak cukup untuk mengairi sawah, untuk saat ini lahan sawahnya ia biarkan kosong dan belum ditanami. "Bulan Oktober ini rencananya mau ditanam tomat. Saat ini lahan dibiarkan kosong dulu," ujarnya.
2. Tahun ini baru sekali tanam padi

Kondisi sawah di Jatiluwih Penebel saat musim kemarau tahun 2026 ini (Dok.IDNTimes/Istimewa) Untuk tahun 2026 ini, kata Semara Jaya, ia baru sekali menanam padi yaitu pada Januari lalu. "Musim kemarau tahun lalu, saya masih bisa tanam padi," katanya.
Kondisi ini kata dia pernah dialami sekitar lima tahun lalu. "Sepertinya ini memang siklusnya. Lima tahun lalu pernah juga tidak bisa menanam padi saat musim kemarau karena debit air menurun," ujarnya.
3. Debit air menurun sebesar 50 persen

Kondisi sawah di Jatiluwih Penebel saat musim kemarau tahun 2026 ini (Dok.IDNTimes/Istimewa) Terjadinya penurunan debit air di kawasan Jatiluwih dibenarkan Manajer Operasional DTW Jatiluwih, Ketut Purna. Ia mengatakan kondisi kekurangan air terjadi setelah kawasan Jatiluwih tidak diguyur hujan selama lebih satu bulan.
“Sekarang hampir sebulan lebih Jatiluwih tidak pernah hujan. Dari pengamatan, debit air hampir 50 persen berkurang. Karena ini sebagian sawah juga tidak bisa ditanami karena kekurangan air,” ujarnya
Menurut Purna luas persawahan Jatiluwih saat ini berada di kisaran 200 hingga 208 hektare .Dalam kondisi pasokan air yang terbatas, tidak semua lahan dapat ditanami padi. Sebagian petani pun mulai mencari alternatif dengan menanam tanaman palawija. “Sebagian petani sudah menanam palawija, seperti jagung, kedelai dan ubi,” ujarnya.


















![[QUIZ] Dari Kebaya Favorit, Ini Genre Musik yang Diam-Diam Kamu Sukai](https://image.idntimes.com/post/20220604/capture-2022-06-04-204858-b0187659f188751dfd1835c346dbee93.jpg)
