Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

RSUD Singasana Terima 3 Pria Terinfeksi HPV, Tumbuh Kutil di Penis

Kab. Tabanan
RSUD Singasana Terima 3 Pria Terinfeksi HPV, Tumbuh Kutil di Penis
ilustrasi penis (freepik.com/aleksandarlittlewolf)
  • HPV juga menyerang pria; satu dari tiga pria terinfeksi pada organ intim. Penularannya lewat kontak kulit, termasuk aktivitas seksual oral, anal, dan vaginal.
  • Varian HPV risiko rendah seperti 6 dan 11 dapat memicu kutil, sementara tipe 16 dan 18 berisiko menyebabkan kanker penis, anus, orofaring, dan serviks.
  • Belum ada skrining dini kanker terkait HPV pada pria. Pencegahan meliputi vaksinasi, kebersihan diri, sunat, penggunaan kondom, serta penanganan segera bila muncul kutil atau benjolan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tabanan, IDN Times - Human papillomavirus atau HPV, dikenal sebagai penyebab terjadinya kanker serviks pada perempuan. Namun, virus ini juga menyerang pria. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), satu dari tiga pria terinfeksi virus HPV pada organ intimnya. Virus ini bisa menyebabkan kutil hingga kanker penis.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singasana, Tabanan, dr Nopriantha SpPD FINASIM, mengatakan secara teori, HPV menular dari kontak kulit ke kulit.

"Jadi orang yang kulitnya terinfeksi virus HPV kemudian bersentuhan dengan kulit orang lain, baik itu pria maupun perempuan, maka akan tertular," ujarnya, Selasa (1/9/2026).

  1. 1. Penularan virus HPV tidak memandang gender

    Virus Human papillomavirus (HPV)
    ilustrasi virus Human papillomavirus (HPV) (unsplash.com/National Institute of Allergy and Infectious Disease)

    Nopriantha mengatakan infeksi virus HPV tidak memandang gender. Risiko infeksinya tergantung dari jenis varian. Ada yang risiko rendah seperti Varian 6 dan 11 yang hanya menyebabkan kutil, kemudian ada varian berisiko tinggi seperti Varian 16 dan 18 yang bisa menyebabkan kanker.

    "Seperti kanker orofaring, kanker penis, kanker servik, dan kanker anus," paparnya.

    Penularan HPV sendiri melalui kontak kulit.. Secara medis, virus ini ada pada sel epitel di bagian mukosa, misalkan mukosa mulut, saluran napas, atau alat kelamin.

    "Penularan virus ini asalkan ada kontak dengan bagian yang terinfeksi, maka akan tertular. Di dalamnya termasuk aktivitas seksual baik itu oral, anal, maupun vaginal," kata Nopriantha.

  2. 2. Belum ada metode deteksi dini kanker akibat infeksi virus HPV pada pria

    20260617_140318.jpg
    Ilustrasi rumah sakit (IDN Times/Irma Yudistirani)

    Berbeda dengan perempuan yang ada deteksi dini lewat papsmear atau HPV DNA test untuk skrining kanker serviks, pria masih belum ada deteksi dini kanker yang disebabkan HPV. Sehingga kebanyakan pria baru mengetahui kena kanker ketika sudah ada keluhan atau stadium lanjut.

    "Kalau dari pengalaman saya selama di RSUD Singasana, ada sekitar tiga pasien yang datang karena menderita kutil. Kutilnya ini ada yang bintil kecil-kecil, tetapi ada yang besar seperti jengger ayam. Tergantung juga status imun pasien," jelas Nopriantha.

    Menurutnya, HPV itu ada 200 varian virus. Namun varian yang paling sering ditemukan sebagai penyebab kutil adalah Varian 6 dan 11. Dua varian ini hampir sekitar 90 persen menjadi penyebab kasus kutil.

    "Kalau untuk penyebab kanker paling banyak tipe 16 dan 18 bisa pada serviks, anus, vaginal, atau orofaring," katanya.

  3. 3. Langkah mencegah infeksi HPV pada pria

    Ilustrasi sunat (Pixabay/marionbrun)
    Ilustrasi sunat (Pixabay/marionbrun)

    Pria bisa melakukan langkah pencegahan agar tidak terinfeksi virus ini. Kata Nopriantha, langkah pencegahannya adalah melalui vaksinasi, menjaga kebersihan diri, dan menjalani sirkumsisi atau sunat.

    Apabila ada tumbuh kutil atau benjolan lain, idealnya langsung dilakukan tindakan pembedahan, atau bisa teknik elektro cauter. Saat berhubungan seksual, terutama berperilaku ganti-ganti pasangan, disarankan memakai kondom. Langkah ini selain melindungi diri, juga melindungi pasangan terinfeksi HPV.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More