Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemarau di Pejukutan, Dua Tangki Air Hanya Cukup Dua Minggu

Kab. Klungkung
Kemarau di Pejukutan, Dua Tangki Air Hanya Cukup Dua Minggu
BPBD Klungkung saat menyalurkan air bersih ke Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida. (Dok.IDN Times/Istimewa)
tahun ini
Proyek jaringan SPAM di Pejukutan mulai dikerjakan.
28 Agustus 2026
BPBD Klungkung, Damkar, dan Perumda Panca Mahottama menyalurkan 14 ribu liter air ke Banjar Cemlagi.
Sehari berikutnya
Sebanyak 10 ribu liter air bersih disalurkan ke Banjar Pelilit.
30 Agustus 2026
Sebanyak 14 ribu liter air kembali dikirim ke Banjar Cemlagi. BPBD menyatakan distribusi dilakukan karena cadangan air warga menipis akibat kemarau.
31 Agustus 2026
Perbekel Pejukutan menyatakan kebutuhan air bersih warga masih terpenuhi, tetapi sebagian warga harus membeli air secara mandiri.
kini
Warga berharap bantuan air bersih berlanjut selama kemarau. BPBD akan terus memantau kebutuhan dan menyesuaikan distribusi bantuan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Klungkung, IDN Times - Musim kemarau mulai dirasakan warga Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Persediaan air yang selama ini disimpan warga dalam cubang dan tempat penampungan perlahan menyusut.

Kondisi ini membuat sebagian warga harus mengeluarkan uang lebih untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Air bersih didatangkan menggunakan mobil tangki dengan harga yang cukup menguras kantong.

Perbekel Pejukutan, I Made Arya, mengatakan secara umum kebutuhan air bersih di desanya masih terpenuhi. Namun, tidak sepenuhnya mudah karena sejumlah warga harus membeli air secara mandiri.

“Untuk ketersediaan air bersih ring Pejukutan sampai sejauh ini masih terpenuhi, tapi warga harus beli,” kata Made Arya, Senin (31/8/2026).

  1. 1. Dua tangki air hanya cukup untuk sekitar dua minggu

    IMG-20260830-WA0008.jpg
    BPBD Klungkung saat menyalurkan air bersih ke Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Istimewa)

    Harga air menjadi persoalan warga. Untuk satu tangki berkapasitas sekitar 1.600 liter, warga harus membayar Rp200 ribu. Jika membutuhkan dua tangki, pengeluarannya mencapai Rp400 ribu. Dengan kebutuhan rumah tangga yang terus berjalan, persediaan tersebut juga tidak bisa bertahan terlalu lama.

    Made Arya menggambarkan kondisi berdasarkan pengalaman di rumahnya. Meski hanya tinggal berdua dan tidak memelihara sapi maupun babi, dua tangki air biasanya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar dua minggu.

    “Biasanya pengalaman tiang sendiri, beli dua tangki bisa bertahan dua mingguan. Tiang cuma berdua tanpa piara sapi sama babi. Kalau yang beternak, bisa lebih cepat lagi habisnya,” ujarnya.

    Kebutuhan air jadi lebih besar bagi warga yang memelihara ternak. Karena itu, apabila kemarau terus berlangsung, cadangan air di rumah warga dikhawatirkan semakin cepat habis.

    Pejukutan selama ini belum terjangkau jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Kondisi geografis desa yang berada di wilayah ketinggian menjadi tantangan penyediaan jaringan air bersih. Proyek jaringan SPAM di Pejukutan baru mulai dikerjakan tahun ini. Desa tersebut berjarak sekitar 17km (kilometer) dari Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida.

  2. 2. BPBD menyalurkan 38 ribu liter air dalam tiga hari

    IMG-20260830-WA0006.jpg
    Penyalurkan air bersih ke Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Istimewa)

    Di tengah menipisnya persediaan air warga, bantuan pasokan air mulai dilakukan pemerintah. BPBD Klungkung bersama Damkar dan Perumda Panca Mahottama mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah di Pejukutan. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klungkung, I Putu Widiada, mengatakan distribusi dilakukan karena cadangan air warga mulai menipis akibat kemarau.

    “Karena kondisi kemarau, ketersediaan air masyarakat mulai menipis. Sehingga kami melakukan distribusi bantuan air bersih,” kata Widiada, Minggu (30/8/2026).

    Distribusi pertama dilakukan pada Jumat lalu, 28 Agustus 2026. Sebanyak 14 ribu liter air dikirim ke Banjar Cemlagi. Sehari berikutnya 10 ribu liter air disalurkan ke Banjar Pelilit. Pada Minggu, 30 Agustus 2026, sebanyak 14 ribu liter air kembali dikirim ke Banjar Cemlagi.

    Air tersebut tidak langsung dibagikan kepada warga. Pasokan ditampung terlebih dahulu di sejumlah sumur, cubang, maupun tempat penampungan yang telah dikoordinasikan bersama pemerintah desa dan kepala dusun.

    Sebanyak tiga mobil tangki digunakan untuk mendistribusikan air. Dua armada berkapasitas masing-masing 5.000 liter berasal dari Damkar dan BPBD Provinsi Bali. Sementara satu armada milik Perumda Panca Mahottama memiliki kapasitas 4.000 liter.

  3. 3. Warga berharap bantuan air terus berlanjut selama kemarau

    IMG-20260830-WA0010.jpg
    BPBD Klungkung saat menyalurkan air bersih ke Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida. (Dok. IDN Times/Istimewa)

    Made Arya mengatakan Perumda Panca Mahottama juga mulai membantu menyuplai air bersih ke Pejukutan. Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban warga yang harus membeli air menggunakan uang pribadi.

    “Kebetulan info dari teman-teman PDAM, pihak PDAM membantu untuk menyuplai air bersih ke wilayah Desa Pejukutan. Kami sangat bersyukur, mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu meringankan beban warga kami,” katanya.

    Meski distribusi air sudah dilakukan, pemerintah desa berharap bantuan tidak hanya datang ketika kondisi warga sudah benar-benar kekurangan.

    Made Arya meminta distribusi air bersih dapat dilakukan secara berkelanjutan selama kemarau masih berlangsung. Terlebih, kebutuhan air diperkirakan meningkat jika persediaan di cubang dan sumber air lainnya terus menyusut.

    “Kemarau masih panjang. Mohon agar bantuan pengadaan air bersih khususnya di Pejukutan agar tetap berkelanjutan,” pintanya.

    Sementara itu, BPBD Klungkung memastikan pemantauan terhadap wilayah yang mengalami keterbatasan air akan terus dilakukan. Distribusi bantuan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

    “Kami tetap melakukan pemantauan terhadap wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih. Distribusi menyesuaikan kondisi dan kebutuhan warga di lapangan,” ujar Widiada.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More