Hari Dwipa Collection, Rahasia Bertahan 15 Tahun di Fashion Pria Bali

- Hari Dwipa Collection, usaha fashion pria Bali yang berdiri sejak 2011, bertahan 15 tahun dengan memproduksi sendiri saput, udeng, kamen, dan pakaian jadi agar harga kompetitif.
- Produk mengikuti tren pria seperti motif poleng, endek, dan songket. Harga udeng mulai Rp50 ribu, saput Rp135 ribu, serta tersedia model kimono unisex.
- Keikutsertaan empat kali di Festival Tanah Lot dimanfaatkan untuk menjaring konsumen baru; pengalaman sebelumnya menghasilkan laba bersih stand sekitar Rp8 juta hingga Rp9 juta.
Tabanan, IDN Times - Tanah Lot Food and Art Festival dipenuhi stand para usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Mereka menjual pakaian adat madya Bali. Menariknya, stand Hari Dwipa Collection menjual fashion Bali khusus pria.
"Di sini tidak ada kebaya. Ada model kimono, itupun unisex. Bisa pria dan perempuan," kata staf yang menjaga di stand Hari Dwipa Collection, Putu Dewi, Minggu (30/8/2026).
Hari Dwipa berdiri sejak 2011. Usaha fashion ini sudah bertahan selama 15 tahun. Di tengah kondisi ekonomi yang naik turun, kunci bertahan dan tetap eksis ternyata harus selalu up-to-date dengan trend dan gaya saat ini.
1. Membuat produk sendiri agar lebih bersaing di harga jual

Produk fashion Hari Dwipa Collection di Festival Tanah Lot (IDN Times/Wira Sanjiwani) Menurut Putu Dewi, satu hal yang membuat usaha ini bertahan adalah Hari Dwipa Collection memproduksi sendiri saput, udeng, kamen, hingga baju jadi agar harganya bisa bersaing.
"Selain kami juga bekerja sama dengan pengepul, kebanyakan produk fashion di Hari Dwipa Collection itu kami produksi sendiri," katanya.
Selain itu, kunci bertahan adalah selalu mengikuti trend fashion yang ada. Menurut Putu Dewi, saat ini trend yang sedang disukai para pria adalah saput, udeng maupun kamen model poleng, endek, dan songket.
2. Harga yang ditawarkan masih terjangkau

Produk fashion Hari Dwipa Collection di Festival Tanah Lot (IDN Times/Wira Sanjiwani) Putu Dewi mengatakan, harga produk fashion di Hari Dwipa Collection masih terjangkau. Seperti udeng dipatok dari harga Rp50 ribu dan yang termahal berbahan dasar songket mencapai Rp600 ribu. Sedangkan saput dari Rp135 ribu sampai Rp170 ribu. Saput berbahan songket itu bisa mencapai Rp500 ribu ke atas. Hari Dwipa Collection juga menjual baju yang sudah jadi.
"Salah satu yang dicari itu yang model kimono. Bisa buat pria juga perempuan," ujar Putu Dewi.
3. Mengikuti festival Tanah Lot hingga empat kali

Produk fashion Hari Dwipa Collection di Festival Tanah Lot (IDN Times/Wira Sanjiwani) Putu Dewi menjelaskan, Hari Dwipa Collection sudah empat kali mengikuti Festival Tanah Lot. Karena mengikuti festival maupun pameran seperti ini jadi satu cara untuk menggaet konsumen baru.
"Jadi selain kita jualan, kita juga mengenalkan produk Hari Dwipa Collection ke konsumen baru," kata dia.
Hari Dwipa punya dua cabang di Tabanan yaitu Jalan Mawar, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan; dan Komplek Pertokoan Gatsu di Sanggulan, Kecamatan Kediri. Mereka juga menerima reseller.
Pihaknya belum menghitung total berapa keuntungan selama membuka stand di Festival Tanah Lot.
"Tapi dari pengalaman sebelumnya, rata-rata untung bersih kami dapatkan sekitar Rp8 juta hingga Rp9 juta," paparnya.


















