Kedipan Lambat Kucing Tanda Sayang, Ini Jawaban Sains

- Studi University of Sussex mendukung bahwa kedipan lambat kucing merupakan bentuk komunikasi positif dengan manusia, bukan sekadar tanda mengantuk.
- Dalam dua eksperimen di rumah, kucing lebih sering menyipitkan mata dan melakukan setengah kedipan saat pemilik atau peneliti mengedip perlahan.
- Setelah menerima kedipan lambat dari orang asing, kucing lebih cenderung mendekati tangan peneliti; kontak mata langsung dihindari karena dapat dianggap mengancam.
Kalau kucingmu menatap lalu mengerjapkan matanya perlahan, itu mungkin bukan sekadar kantuk. Banyak pencinta kucing percaya itu sebagai "ciuman kucing".
Sebuah studi dari University of Sussex, Inggris, menguji kepercayaan ini secara ilmiah, dan hasilnya mendukung gagasan bahwa kedipan lambat adalah bentuk komunikasi positif antara kucing dan manusia.
Apa itu kedipan lambat kucing?

ilustrasi kucing peliharaan, santai di rumah (pexels.com/Sam Lion) Para peneliti mendefinisikan kedipan lambat sebagai rangkaian setengah kedipan, yaitu kelopak mata bergerak saling mendekat tanpa menutup penuh. Rangkaian ini diakhiri dengan penyipitan mata yang ditahan agak lama, atau dengan mata yang menutup sepenuhnya.
Penyipitan mata juga muncul dalam ekspresi positif pada spesies lain. Misalnya wajah anjing yang bermain, sapi dan kuda saat dielus, termasuk senyum tulus pada manusia. Dari sini muncul dugaan bahwa pada kucing, mata menyipit juga menandakan suasana hati yang positif.
Pertanda kucing sejahtera

ilustrasi kucing bersama pemiliknya (pexels.com/Olga Zaitseva) Kucing relatif kurang diteliti dibandingkan anjing dalam hal kemampuan berkomunikasi dengan manusia. Itu karena nenek moyangnya hidup menyendiri. Padahal kucing mampu membaca isyarat manusia, misalnya menunjuk, mengenali namanya sendiri, dan menarik perhatian pemilik lewat dengkuran meminta.
Memahami sinyal halus seperti kedipan lambat dapat memperkuat ikatan manusia dan kucing serta membantu menilai kesejahteraan kucing.
Proses penelitian

ilustrasi kucing masuk kardus (pexels.com/ Valeria Boltneva) Studi ini terdiri dari dua eksperimen yang dilakukan di rumah masing-masing kucing supaya merasa nyaman. Perilaku mata kucing dikodekan dengan CatFACS, yaitu sistem pengkodean ekspresi wajah kucing berdasarkan gerakan otot.
Pengkodean dilakukan oleh peneliti bersertifikat, dan 25 persen video dinilai ulang oleh pengkode kedua yang tidak mengetahui kondisi percobaan.
Eksperimen pertama, pemilik mengedip pada kucingnya. Subjeknya 21 ekor kucing dari 14 rumah tangga, dan 18 pemilik. Pemilik diajarkan cara melakukan kedipan lambat sambil duduk sekitar 1 meter di depan kucing, dan diminta tidak mengajaknya berinteraksi.
Eksperimen kedua melibatkan si peneliti itu sendiri. Subjeknya adalah 24 kucing dan beberapa di antaranya belum pernah ikut eksperimen pertama. Si peneliti yang tidak dikenal kucing memberi stimulus kedipan lambat selama satu menit.
Pembandingnya adalah wajah netral tanpa kontak mata. Kontak mata langsung sengaja dihindari karena uji coba awal menunjukkan kucing bisa menganggapnya sebagai mengancam. Setelah itu peneliti mengulurkan tangan, dan para peneliti mencatat apakah kucing mendekat, netral, atau menjauh.
Hasilnya sangat mengejutkan

Ilustrasi kucing dan pemiliknya (pexels.com/Yakup Polat) Kucing membalas kedipan pemiliknya. Pada eksperimen pertama, laju penyipitan mata kucing lebih tinggi saat pemilik mengedip lambat dibandingkan saat tidak ada interaksi. Laju setengah kedipan juga lebih tinggi. Peningkatan setengah kedipan ini justru terlihat pada kucing jantan.
Orang asing pun bisa memancing respons. Pada eksperimen kedua, kucing menunjukkan rata-rata setengah kedipan saat diberi kedipan lambat, dibandingkan saat diberi wajah netral. Penyipitan mata juga meningkat menjadi 2,78 kali. Setelah menerima kedipan lambat, kucing cenderung lebih sering mendekati tangan peneliti dibandingkan setelah wajah netral.
Kedipan lambat kucing pertanda dia mau membangun kedekatan

ilustrasi kucing berlari (pexels.com/ luo jio) Temuan ini menunjukkan bahwa kedipan lambat kucing merupakan cara sederhana dia ingin membangun kedekatan, termasuk dengan kucing yang belum dikenal. Kamu bisa melakukannya sendiri di rumah.
Kalau kucing sedang menatapmu dengan santai, coba rilekskan wajah lalu mengedip pelan beberapa kali. Hindari menatap tajam tanpa berkedip, karena kontak mata langsung dianggap ancaman. Setelah itu perhatikan balasan dia. Kalau kucingnya menyipitkan mata atau mengedip lambat, itu berarti kucingmu nyaman.
Kucing bahkan lebih tertarik pada orang asing yang ikut mengedip lambat. Jadi, lain kali ketika kucingmu sedang menatap dengan mata setengah terpejam, balaslah dengan kedipan lambat.
Referensi
Humphrey, T., Proops, L., Forman, J., Spooner, R., & McComb, K. (2020). "The role of cat eye narrowing movements in cat–human communication". Scientific Reports.



















