Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Imunisasi HPV di Karangasem Terkendala Penolakan Orangtua

Kota Denpasar
2 min read
Imunisasi HPV di Karangasem Terkendala Penolakan Orangtua
ilustrasi vaksin (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Capaian imunisasi HPV Bali per 2 November 2026 mencapai 98,40 persen, tertinggi dibanding Yogyakarta dan Jakarta; anak laki-laki 97,32 persen dan perempuan 99,51 persen.
  • Karangasem mencatat capaian terendah akibat penolakan orangtua siswa, yakni 76,03 persen pada laki-laki dan 81,07 persen pada perempuan.
  • Dinkes Bali mengedukasi warga lewat sekolah, puskesmas, dan media sosial; vaksin HPV untuk anak laki-laki akan diperluas pada 2027 serta diintegrasikan dengan skrining kanker serviks.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali menyampaikan capaian imunisasi Human Papillomavirus (HPV) di Provinsi Bali per 2 November 2026 di angka 98,40 persen. Persentase capaian imunisasi pada anak laki-laki​ sebesar 97,32 persen.

Menurut catatan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), capaian tersebut tertinggi dari dua wilayah percontohan yaitu Yogyakarta dan Jakarta. Sementara capaian pada anak perempuan di Bali sebesar 99,51 persen.

Meskipun demikian, Dinkes Bali menemukan tantangan lain sehingga sasaran vaksinasi belum terjangkau sepenuhnya.

“Belum semua sasaran dapat dijangkau, karena masih ada penolakan oleh orangtua siswa,” ujar Kepala Dinkes Bali, I Nyoman Gede Anom, Rabu (4/11/2026).

  1. 1. Capaian vaksinasi di Karangasem masih rendah

    IMG_7927.jpeg
    Dari kiri ke kanan, Kepala Balai Besar POM di Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa; Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom; dan Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Provinsi Bali, Sugita. (IDN Times/Yuko Utami)

    Anom mengungkapkan penolakan orangtua siswa masih terjadi di lapangan. Seperti yang terjadi di Kabupaten Karangasem. Capaian imunisasi HPV di Karangasem pada siswa laki-laki​ 76,03 persen dan siswa perempuan​ 81,07 persen.

    “Capaian HPV yang terendah adalah Kabupaten Karangasem karena masih ada penolakan dari orangtua siswa,” jelasnya.

  2. 2. Vaksin HPV disebut krusial untuk mencegah kanker serviks dan lainnya

    ilustrasi kanker serviks (IDN Times/Novaya Siantita)
    ilustrasi kanker serviks (IDN Times/Novaya Siantita)

    Meskipun masih ada penolakan, Anom menegaskan bahwa pemberian imunisasi HPV sangat krusial bagi anak-anak laki-laki maupun perempuan. Fungsinya untuk mencegah infeksi yang disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV).

    “Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi HPV yaitu pada perempuan kanker servik, laki-laki​ yakni kanker anus, kanker penis, kanker orofaring (mulut dan tenggorokan), serta kutil kelamin,” papar Anom.

    Pihaknya berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat melalui media sosial. Termasuk sosialisasi kepada orang tua siswa sekolah dasar (SD). Sosialisasi melalui puskesmas dan pihak sekolah dengan cara menyebarkan video edukasi imunisasi HPV.

  3. 3. Pada 2027, vaksin HPV kepada anak laki-laki akan diperluas

    Ilustrasi sekolah di Denpasar Barat (IDN Times/istimewa)
    Ilustrasi sekolah di Denpasar Barat (IDN Times/istimewa)

    Provinsi Bali akan memperluas vaksin HPV bagi anak laki-laki pada 2027. Kata Anom, hal ini sesuai dengan perencanaan dari program imunisasi Kementerian Kesehatan RI.

    Dinkes Bali juga mengintegrasikan program imunisasi HPV dengan upaya deteksi dini atau skrining kanker serviks bagi perempuan dewasa.

    “Iya, karena integrasi program harus selalu dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bali,” kata dia.

Related Articles

See More