Petani Jatiluwih Mulai Semai Beras Merah pada November 2026

- Kemarau panjang membuat petani Jatiluwih menunda tanam padi putih sejak Agustus 2026 akibat debit mata air menurun, sebelum penanaman padi putih dan kacang tanah dimulai Oktober.
- Memasuki musim hujan, petani mulai menyemai beras merah pada November 2026 untuk penanaman Januari 2027; hujan membantu pengolahan tanah meski debit air belum sepenuhnya normal.
- Stok beras merah petani masih aman setelah panen tahun lalu yang baik, dengan harga Rp25.000-Rp30.000 per kilogram dan produksi sekitar 5-6 ton per hektare.
Tabanan, IDN Times - Musim kemarau panjang menyebabkan petani di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, sempat melakukan tunda tanam. Namun, seiring memasuki musim hujan, petani di Jatiluwih mulai bersiap menanam Beras Merah, yang menjadi identitas pertanian di Jatiluwih.
Seorang petani di Jatiluwih, Wayan Semaraja, mengatakan stok Beras Merah di petani Jatiluwih masih aman meski kemarau.
"Harganya pun masih standar dan tidak ada kenaikan signifikan. Dikarenakan stok di petani masih aman. Mulai Januari 2027 ini, petani akan mulai menanam beras merah,"ujarnya, Rabu (4/11/2026).
1. Petani Jatiluwih sempat melakukan tunda tanam

Kondisi sawah di Jatiluwih Penebel saat musim kemarau tahun 2026 ini (Dok.IDN Times/Istimewa) Semarajaya mengatakan, ia sempat melakukan tunda tanam Padi Putih karena sawahnya, yang merupakan bagian dari Subak Jatiluwih Tempek Gunung Sari, tidak mendapatkan cukup air. Sebab debit mata air di Utara Gunungsari menurun.
Penanaman Padi Putih yang seharusnya ditunda pada awal Agustus 2026 ditunda, sekarang mulai melakukan penanaman sejak Oktober 2026.
"Biasanya di musim kemarau, jadwal tanam di Jatiluwih adalah Padi Putih atau hortikultura. Tetapi kemarin karena debit air kecil, tanam Padi Putihnya diundur. Sekarang sudah ditanam Padi Putih dan kacang tanah,"ujar Semarajaya.
2. Petani mulai melakukan penyemaiman Beras Merah pada November 2026

ilustrasi benih padi (pexels.com/Mark Stebnicki) Memasuki musim hujan, ketersediaan air tentu mencukupi dalam pengolahan tanah. Semaraja mengatakan walaupun debit air masih belum kembali normal sepenuhnya, tetapi hujan membantu banyak dalam menggemburkan tanah sehingga lebih gampang untuk dikelola. Sebagai persiapan, pada November ini petani mulai persiapan untuk menyemai Beras Merah.
"Kalau untuk Beras Merah semainya itu 30-35 hari sebelum pengolahan tanah. Petani di Jatiluwih sudah melakukan persemaian sendiri," kata Semarajaya.
3. Harga Beras Merah masih di kisaran Rp25 ribu hingga Rp30 ribu

ilustrasi beras merah (pexels.com/Polina Tankilevitch) Semaraja mengatakan, harga jual Beras Merah di Jatiluwih masih normal. Harganya kisaran Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram di tingkat penggilingan padi. Begitu juga stoknya masih aman karena panen tahun lalu lumayan bagus. Produksi Beras Merah di Jatiluwih saat ini mencapai 5-6 ton per hektare.
"Kalau luasan sawah saya hanya 50 are. Jadi biasanya menghasilkan 2,5 ton beras merah," katanya.
Menurut Semarajaya, rata-rata petani di Jatiluwih menjual Beras Merah ke usaha penggilingan padi atau disimpan untuk konsumsi sendiri.
"Nantinya usaha penggilingan padi ini yang mendistribusikannya ke luar Tabanan," ujar Semarajaya.




















![[QUIZ] Tokoh Favorit Upin Ipin, Ini Resolusi Awal Tahunmu untuk Bali](https://image.idntimes.com/post/20250526/img-20250524-171040-59d926335e45a3f62b89089b95e5200f.jpg)