Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tim SAR Belum Temukan Dua Korban Longsor di Eco Park Pelaga

Kab. Badung
1 min read
Tim SAR Belum Temukan Dua Korban Longsor di Eco Park Pelaga
Operasi SAR terhadap dua orang korban tertimbun longsor di Eco Park Pelaga (Dok.IDN Times/istimewa)
  • Tim SAR Gabungan hingga hari keempat belum menemukan Bangkit Khoirul Mubarok dan warga Jerman Sacha Erich Schubert yang tertimbun longsor di Eco Park, Desa Pelaga.
  • Pencarian dilakukan di lumpur longsoran, aliran sungai dari DAM hingga hilir, serta kebun. Pembersihan area longsoran baru mencapai sekitar 50 persen.
  • Ekskavator tidak dapat masuk ke lokasi, sehingga pembersihan lumpur dilakukan manual. Tim akan mengoptimalkan pencarian pada 6 November 2026 setelah longsor dipicu hujan lebat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Badung, IDN Times - Pencarian dua orang korban longsor di Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung hingga hari keempat pencarian, Kamis (5/11/2026), belum membuahkan hasil.

Korban diketahui merupakan seorang warga Indonesia bernama Bangkit Khoirul Mubarok, dan seorang warga Jerman, Sacha Erich Schubert. Menurut Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Dudi Librana, Tim SAR Gabungan telah melakukan di beberapa titik, dari area longsoran, sungai, hingga kebun dengan menggunakan berbagai alat.

Pencarian pertama dilakukan di lumpur area longsoran. Area ini telah dilakukan pembersihan sekitar 50 persen. Pencarian dilanjutkan dengan menelusuri sungai dari DAM, hilir, hingga nihil. Lokasi ketiga dari DAM hingga lokasi longsoran juga nihil.

Awalnya, Basarnas Denpasar bersama Dinas PUPR Kabupaten Badung berencana mengunakan ekskavator, namun alat berat tersebut tidak bisa masuk ke lokasi longsor.

"Hasilnya masih nihil. Belum ada kendala yang signifikan, cuma kendala ketebalan pergeseran lumpur secara manual," terangnya.

Rencananya pada Jumat (6/11/2026), Tim SAR Gabungan akan mengoptimalkan pembersihan lumpur untuk memastikan keberadaan korban di titik longsor secara manual. Sebelumnya, hujan lebat yang mengguyur wilayah Desa Pelaga sejak Minggu malam, 1 November 2026, mengakibatkan tanah longsor di lokasi kejadian.

    Related Articles

    See More