Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kakek Berusia 101 Tahun Mengakhiri Hidup di Buleleng

Kakek Berusia 101 Tahun Mengakhiri Hidup di Buleleng
Seorang kakek mengakhiri hidup di dapur rumahnya, Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Buleleng pada Minggu (22/2/2026). (Polres Buleleng)

Peringatan: tulisan ini mengandung tragedi pengakhiran hidup. Harap menghubungi tenaga ahli jika membutuhkan bantuan kesehatan mental dan kejiwaan.

Buleleng, IDN Times - Seorang kakek berusia 101 tahun, Ketut Kertia, meninggal dunia pada Minggu, 22 Februari 2026 lalu. Kertia mengakhiri hidup di dapur rumahnya, Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Berdasarkan keterangan keluarga, Kertia tidak bekerja dan mengalami pikun. 

Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resor (Polres) Buleleng Iptu Yohana Rosalin Diaz, menjelaskan korban pertama kali ditemukan oleh cucunya, Gede Risky (22), sepulang dari menjenguk keluarga.

“Saksi yang pulang ke rumah kemudian menuju dapur dan melihat korban sudah dalam keadaan tergantung,” ujar Yohana, pada Senin (23/2/2026).

Cucu yang menemukan korban segera memanggil keluarga lainnya

kakek di buleleng.jpeg
Seorang kakek mengakhiri hidup di dapur rumahnya, Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Buleleng pada Minggu (22/2/2026). (Polres Buleleng)

Risky yang melihat kejadian tersebut, langsung menghubungi keluarga. Beberapa anggota keluarga kemudian datang dan menurunkan korban.

“Pihak keluarga bersama warga kemudian menurunkan korban,” kata Yohana.

Korban meninggal dua jam sebelum ditemukan

Ilustrasi bunuh diri. (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi bunuh diri. (IDN Times/Arief Rahmat)

Hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh tenaga medis Puskesmas Sukasada II, I Gede Suradnya, memperkirakan korban meninggal dua jam sebelum ditemukan.

“Korban diduga meninggal dunia lebih dari dua jam sebelum ditemukan, dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya,” kata dia.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, korban memiliki riwayat pikun karena faktor usia lanjut. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Pemakaman korban dilakukan di setra Desa Adat Ambengan, Senin (23/2/2026).

Konsultasi untuk mencegah bunuh diri

ilustrasi psikolog (pexels.com/Antoni Shkraba)
ilustrasi psikolog (pexels.com/Antoni Shkraba)

Depresi bukanlah persoalan sepele. Jika kamu merasakan tendensi untuk melakukan bunuh diri, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan untuk menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

Kementerian Kesehatan Indonesia menyarankan masyarakat yang membutuhkan bantuan terkait masalah kejiwaan untuk langsung menghubungi profesional kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat. Kementerian Kesehatan RI juga telah menyiagakan lima RS Jiwa rujukan yang telah dilengkapi dengan layanan telepon konseling kesehatan jiwa:

  • RSJ Amino Gondohutomo Semarang | (024) 6722565
  • RSJ Marzoeki Mahdi Bogor | (0251) 8324024, 8324025
  • RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta | (021) 5682841
  • RSJ Prof Dr Soerojo Magelang | (0293) 363601
  • RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang | (0341) 423444.

Selain itu, terdapat pula beberapa komunitas di Indonesia yang secara swadaya menyediakan layanan konseling sebaya dan support group online yang dapat menjadi alternatif bantuan pencegahan bunuh diri dan memperoleh jejaring komunitas yang dapat membantu untuk gangguan kejiwaan tertentu.

  • Jangan Bunuh Diri || telp: (021) 9696 9293 || email: janganbunuhdiri@yahoo.com
  • Organisasi INTO THE LIGHT || message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) || direct message via Twitter: @IntoTheLightID
  • Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) Telp. 021-8514389 Website: http://www.skizofrenia.org/
  • LSM Jangan Bunuh Diri || Telp 021-0696 9293.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

Cuaca Buruk, Keberangkatan Kapal di Pelabuhan Nusa Penida Ditunda

24 Feb 2026, 14:25 WIBNews