Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Resmikan Pasar Badung, Jokowi Puji Arsitekturnya Paling Bagus
IDN Times/Imam Rosidin

Denpasar, IDN Times - Kedatangan Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi ke Pasar Tradisional Badung, Denpasar disambut ribuan warga, Jumat (22/3). Warga sudah memadati wilayah Jalan Gajah Mada sejak siang hingga malam hari. Ketika Jokowi meninggalkan Pasar Badung sekitar pukul 19.30 Wita, warga belum beranjak dari tempatnya.

Sebelum memasuki wilayah Pasar Badung, Jokowi disambut oleh dua ribu penari pendet dari seluruh siswi SMA se-Kota Denpasar. Ribuan penari tersebut berbaris rapi di samping kanan dan kiri Jalan Gajah Mada, Denpasar, tepat di depan Pasar Tradisional Badung.

1. Jokowi menilai Pasar Badung memiliki arsitektur paling bagus

IDN Times/Imam Rosidin

Dalam kunjungannya itu, Jokowi mengakui jika Pasar Badung termasuk pasar terbaik di Indonesia. Ia bangga melihat pasar tradisional yang begitu modern, bersih dan arsitekturnya paling bagus di antara pasar lain yang pernah ia lihat.

"Saya melihat Pasar Badung sangat senang sekali. Ini adalah pasar heritage dan warisan pusaka yang arsitekturnya paling bagus saya lihat. Bersih di dalamnya, pagi siang malam, bukan hanya pasarnya yang bersih. Pedagangnya juga bersih. Bersih pakaiannya, selalu tersenyum," ungkapnya di hadapan ribuan undangan.

2. Prasasti yang ditandatangani oleh Presiden Jokowi

Instagram.com/ joyful.denpasar

Peresmian Pasar Badung ditandai dengan penandatanganan prasasti. Setelah itu, Presiden Jokowi bersama rombongan diajak keliling meninjau pasar terbesar di Kota Denpasar ini dan bertemu dengan para pedagang.

"Dengan memohon izin, pada sore ini saya resmikan Pasar Badung Kota Denpasar," ucapnya saat meresmikan.

3. Mengulas sejarah tentang Pasar Badung. Didirikan tahun 1977 dan pernah terbakar hebat tahun 2016

Instagram.com/joyful.denpasar

Pasar Badung berdiri tahun 1977 di jantung Kota Denpasar. Lokasinya tak jauh dari landmark Patung Catur Muka dan pusat pemerintahan Kota Denpasar. Pasar ini menggunakan nama Badung karena lokasinya berada di atas sungai Badung yang melintang panjang dari Gunung Batur sampai ke pantai Suwung.

Dilansir dari situs Sejarah Bali, dulunya masih dinamakan Pasar Periuk karena di tempat ini banyak perajin periuk dari desa Binoh, Ubung. Mereka menjual aneka macam gerabah seperti pane, gebeh, periuk sampai celengan dan caratan. Setelah Indonesia merdeka, Pasar Periuk diubah namanya menjadi Pasar Badung.

Namun pasar ini pernah mengalami tragedi. Pasar Badung pernah terbakar hebat hari Senin, 29 Februari 2016 lalu. Api diduga berasal dari lantai dua. Sulitnya medan membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan menaklukkan si jago merah, meski saat itu dikerahkan 52 mobil damkar dari Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan.

Kini, pasar ini sudah bertransformasi menjadi lebih modern. Bisa menampung 1698 pedagang yang masing-masing terdiri dari 1450 meja los dan 290 unit kios, bisa menampung 128 mobil dan 23 mobil boks, dilengkapi 10 eskalator, kipas angin, AC, empat lift, fasilitas pemadaman api ringan, ada taman bermain anak hingga memiliki 18 titik WiFi gratis. Apakah kamu pernah ke sini?

Editorial Team

Related Article