Instagram.com/joyful.denpasar
Pasar Badung berdiri tahun 1977 di jantung Kota Denpasar. Lokasinya tak jauh dari landmark Patung Catur Muka dan pusat pemerintahan Kota Denpasar. Pasar ini menggunakan nama Badung karena lokasinya berada di atas sungai Badung yang melintang panjang dari Gunung Batur sampai ke pantai Suwung.
Dilansir dari situs Sejarah Bali, dulunya masih dinamakan Pasar Periuk karena di tempat ini banyak perajin periuk dari desa Binoh, Ubung. Mereka menjual aneka macam gerabah seperti pane, gebeh, periuk sampai celengan dan caratan. Setelah Indonesia merdeka, Pasar Periuk diubah namanya menjadi Pasar Badung.
Namun pasar ini pernah mengalami tragedi. Pasar Badung pernah terbakar hebat hari Senin, 29 Februari 2016 lalu. Api diduga berasal dari lantai dua. Sulitnya medan membuat petugas pemadam kebakaran kesulitan menaklukkan si jago merah, meski saat itu dikerahkan 52 mobil damkar dari Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan.
Kini, pasar ini sudah bertransformasi menjadi lebih modern. Bisa menampung 1698 pedagang yang masing-masing terdiri dari 1450 meja los dan 290 unit kios, bisa menampung 128 mobil dan 23 mobil boks, dilengkapi 10 eskalator, kipas angin, AC, empat lift, fasilitas pemadaman api ringan, ada taman bermain anak hingga memiliki 18 titik WiFi gratis. Apakah kamu pernah ke sini?