Jadwal Rahinan Hindu Maret 2026, Ada Nyepi

Pada Maret 2026 terdapat beberapa rahinan atau hari suci penting bagi umat Hindu. Satu di antaranya adalah Hari Raya Nyepi sebagai peringatan Tahun Baru Saka.
Selain Nyepi, juga terdapat Tumpek Wayang dan Buda Cemeng Klawu yang dikenal sebagai hari untuk memuja Sang Hyang Rambut Sedana sebagai Dewa Kemakmuran. Berikut ini jadwal rahinan Hindu pada Maret 2026 selengkapnya.
1. Purnama

Pada Maret 2026 dibuka dengan Purnama. Seperti dijelaskan dalam Lontar Sundarigama, Dewa Candra melakukan yoga semadi saat Purnama. Umat Hindu menghaturkan beberapa sarana upacara seperti banten pejati, daksina, banten sodan, segehan, hingga canang. Biasanya umat Hindu akan melukat atau mandi suci pada rahinan ini.
Saat Purnama, umat Hindu melakukan persembahyangan di lingkungan rumah atau pura yang ada di lingkungan desa untuk memohon keselamatan dan berkah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) beserta manifestasinya. Rahinan Purnama jatuh pada Selasa (3/3/2026), anggara Wage wuku Ugu. Purnama ini merupakan Purnama Kasangan atau bulan kesembilan dalam kalender Bali.
2. Tumpek Wayang

Saat Tumpek Wayang, setiap orang yang memiliki wayang melakukan upacara khusus untuk memohon keselamatan serta keharmonisan alam beserta isinya. Pada saat Tumpek Wayang, umat Hindu memuja Dewa Iswara. Tumpek ini juga berkaitan dengan cerita Bhatara Kala yang ingin memangsa Rare Kumara. Sehingga, setiap orang yang lahir pada wuku Wayang wajib melakukan ruwatan Wayang Sapuhleger agar terhindar dari gangguan kekuatan negatif.
Tumpek Wayang diperingati setiap 210 hari sekali. Tumpek ini jatuh pada Sabtu, Saniscara Kliwon, wuku Wayang. Pada Maret 2026 ini, Tumpek Wayang jatuh pada hari Sabtu (14/3/2026).
3. Buda Wage Kelawu atau Buda Cemeng Kelawu

Pada Buda Wage Kelawu atau Buda Cemeng Kelawu, umat Hindu memuja Sang Hyang Rambut Sedana sebagai Dewa Kemakmuran atau Kesejahteraan. Sehingga, rahinan ini sering dikaitkan dengan kemakmuran dan kekayaan. Umat Hindu melakukan persembahan dan persembahyangan untuk memohon anugerah murah rejeki, keselamatan, dan kemakmuran.
Biasanya umat Hindu yang memiliki usaha atau bisnis dan instansi keuangan seperti bank akan mengadakan upacara khusus atau piodalan pada rahinan Buda Cemeng Klawu.
Rahinan ini jatuh setiap 210 hari sekali, tepatnya pada Rabu, Buda Wage, wuku Klawu. Pada Maret 2026, Buda Wage Klawu atau Buda Cemeng Klawu jatuh pada hari Rabu (18/3/2026). Pada Maret 2026 ini, rahinan ini bertepatan dengan pelaksanaan Tawur Kasanga atau Tilem Kasanga.
4. Tilem Kasanga yang sering disebut dengan Hari Pengerupukan atau Tawur Kesanga

Tilem erat kaitannya dengan Purnama. Tilem dipercaya sebagai waktunya Dewa Surya beryoga. Pada bulan ini, Tilem jatuh pada Rabu (18/3/2026), Buda Wage wuku Klawu. Karena Tilem ini merupakan Tilem sasih kasanga (bulan kesembilan dalam kalender Bali), maka rahinan ini disebut juga rahinan Tilem Kasanga, sehari sebelum Hari Raya Nyepi.
Pada rahinan ini, umat Hindu melakukan upacara Bhuta Yadnya (upacara yang ditujukan kepada kekuatan-kekuatan negatif atau Bhuta Kala) yang disebut dengan Tawur Kasanga. Tawur Kasanga bertujuan untuk menetralisir dan membersihkan alam dan lingkungan dari pengaruh kekuatan negatif agar umat Hindu bisa melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan lancar.
Pelaksanaan Tawur Kesanga dimulai dari tingkat kabupaten/kota, kecamatan, desa, hingga lingkungan rumah. Pada sore hari, umat Hindu melaksanakan Pengerupukan untuk membersihkan area rumah dari kekuatan negatif. Pengerupukan di Bali identik dengan pawai ogoh-ogoh.
5. Hari Raya Nyepi

Nyepi 2026 ini adalah Tahun Saka 1948 yang jatuh pada Kamis (19/3/2026), Wraspati Kliwon wuku Klawu. Perayaan Tahun Baru Saka ini dilakukan dengan melaksanakan Catur Brata Penyepian yaitu Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak berfoya-foya atau bersenang-senang).
Jadi seluruh Bali akan diliputi suasana sunyi dan sepi selama 24 jam dari pukul 06.00 Wita hingga 06.00 Wita keesokan harinya. Beberapa umat Hindu ada yang berpuasa meskipun tidak diwajibkan.
6. Ngembak Geni

Ngembak Geni jatuh sehari setelah Hari Raya Nyepi yaitu pada Jumat (20/3/2026), Sukra Umanis wuku Klawu. Biasanya ini menjadi tanda bahwa umat Hindu menyelesaikan Catur Brata Penyepian. Hari ini menjadi simbol bahwa umat Hindu memulai langkah yang baru di tahun baru.
Biasanya saat Ngembak Geni, umat Hindu bersilaturahmi ke tetangga, kerabat, dan keluarga. Selain itu, beberapa desa melakukan tradisi saat Ngembak geni. Seperti Omed-Omedan di Desa Sesetan, Kota Denpasar; Mabuug-Buugan di Desa Kedonganan, Kabupaten Badung, dan lainnya.
7. Kajeng Kliwon

Dalam setiap bulan biasanya terdapat dua kali Kajeng Kliwon, karena jatuh setiap 15 hari sekali. Kajeng Kliwon merupakan pertemuan Pancawara (Pon, Wage, Umanis, Paing, dan Kliwon) Kliwon dengan Triwara (Pasah, Beteng, dan Kajeng) Kajeng.
Pada bulan ini, Kajeng Kliwon pertama jatuh pada Sabtu (14/3/2026), Saniscara Kliwon, wuku Wayang yang bertepatan dengan Tumpek Wayang. Kajeng Kliwon kedua jatuh pada Minggu (29/3/2026), Redite Kliwon wuku Watugunung.
Saat Kajeng Kliwon, umat Hindu menghaturkan segehan, tipat dampulan, serta canang. Hal ini bertujuan untuk menetralisir kekuatan negatif agar tidak mengganggu kehidupan manusia. Kajeng Kliwon juga sering disebut sebagai rahinan yang pingit atau tenget atau seram dalam kepercayaan umat Hindu di Bali.
Jadwal rahinan Hindu Maret 2026 ini dibuat sebagai pengingat umat Hindu agar selalu ingat akan kebesaran Ida Sang Hyang Widhi beserta manifestasinya. Selain itu, juga sebagai simbol untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas berkah yang telah diterima selama ini.


















