Hari ini, Papan Nama Instansi Hingga Hotel Wajib Pakai Aksara Bali

Peraturan ini justru bikin bangga warga Bali gak sih?

Denpasar, IDN Times - Tepat hari ini (5/10), Bali akan mewajibkan penggunaan aksara Bali di atas papan nama perkantoran dan area publik lainnya. Aturan ini tertuang dalam Pergub nomor 80 tahun 2018 tentang perlindungan dan penggunaan bahasa, sastra dan aksara Bali.

Jadi bagi kamu yang akan berlibur ke Bali, jangan kaget jika menemukan banyak aksara Bali nantinya.

1. Diwajibkan di semua kantor pemerintahan

Hari ini, Papan Nama Instansi Hingga Hotel Wajib Pakai Aksara BaliInstagram.com/baliairport

Baca Juga: Mulai 5 Oktober, Papan Nama di Bandara Ngurah Rai Gunakan Aksara Bali

Penggunaan aksara Bali ini diwajibkan bagi semua kantor lembaga pemerintahan, mulai dari tingkat provinsi, kabupaten, kota, dan desa-desa. Posisinya sendiri ditempatkan di atas bahasa latin dengan ukuran yang berimbang.

Untuk pengesahannya sendiri dilakukan secara serentak di Kantor Gubernur, Bandara Udara I Gusti Ngurah Rai, Kantor DPRD, dan Rumah Sakit Bali Mandara.

"Saya sudah periksa dan semua berjalan dan siap di sembilan kabupaten dan kota di Bali," kata Gubernur Bali, I Wayan Koster usai meresmikan peraturan ini, Jumat (5/10) petang.

2. Lembaga swasta juga diwajibkan

Hari ini, Papan Nama Instansi Hingga Hotel Wajib Pakai Aksara BaliSumber Gambar: awanjakarta.com

Peraturan penggunaan aksara Bali ini juga diwajibkan bagi lembaga-lembaga swasta lainnya, seperti hotel, bank, dan lainnya. Meski demikian, tidak akan ada sanksi jika lembaga-lembaga tersebut tidak melakukannya.

"Ini memang wajib untuk lembaga-lembaga tersebut. Dan ini dibutuhkan suatu kesadaran oleh semuanya untuk lestarinya budaya Bali," jelasnya.

3. Pemahaman aksara Bali memprihatinkan

Hari ini, Papan Nama Instansi Hingga Hotel Wajib Pakai Aksara BaliInstagram.com/aksarabali

Baca Juga: 1500 Seniman Bali Dilibatkan Dalam Pawai Budaya IMF-WB

Dihubungi terpisah, Koordinator Penyuluh Bahasa Bali, Nyoman Suka Ardiyasa mengaku senang dengan diberlakukannya Pergub tentang penggunaan aksara Bali. Ia menilai, peraturan tersebut sangat bagus untuk melestarikan dan menyadarkan masyarakat terkait aksara Bali.

Ia menambahkan, saat ini penguasaan aksara Bali sangat memperihatinkan. Menurunnya penguasaan aksara Bali ini biasanya dialami anak muda dan yang tinggal di perkotaan.

"Survey kami dalam setahun terakhir menunjukan ada penurunan dalam penguasaan aksara Bali. Data tersebut masih sementara dan hasilnya akan kami publikasikan di akhir tahun ini," katanya, belum lama ini.

Topik:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya