Kisah Penjaga Toko di Bali, Diduga Ditipu Turis Asing yang Beli Sandal

Ia harus mengganti kerugian atas kehilangan sandal tersebut

Denpasar, IDN Times - Sebuah video yang memperlihatkan warga negara asing (WNA) atau turis asing di Bali diduga mencuri sandal viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @lolak.dek yang diposting ulang oleh @SuluhBali. IDN Times lalu menghubungi pemilik akun tersebut bernama I Gede Widiasmara untuk mengonfirmasi kejadian tersebut, Rabu (14/8) siang dan ini penjelasannya:

Baca Juga: Turis Asing yang Belum Bayar Sandal di Bali Minta Maaf

1. Kesal karena harus mengganti kerugian sandal

Kisah Penjaga Toko di Bali, Diduga Ditipu Turis Asing yang Beli SandalIDN TImes/Reza Iqbal

Widiasmara saat dihubungi mengaku kesal atas ulah kedua turis yang belum diketahui identitasnya tersebut. Widiasmara merupakan pegawai toko sandal yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Denpasar, tersebut. Pasalnya, dia harus mengganti rugi sebesar Rp478 ribu untuk sandal yang diduga telah dicuri turis itu.

"Gak seberapa sih. Cuma untuk ukuran karyawan seperti saya lumayan Rp478 ribu," kata dia saat dihubungi, Rabu (14/8).

Baca Juga: Fenomena Turis Asing Kehabisan Uang di Bali, Siapa Bertanggung Jawab?

2. Mereka mengaku dari Brasil

Kisah Penjaga Toko di Bali, Diduga Ditipu Turis Asing yang Beli SandalScreenshot Instagram

Ia menceritakan, dugaan pencurian tersebut terjadi Senin (12/8) lalu sekitar pukul 11.31 Wita. Saat itu ada dua pembeli turis, laki-laki dan perempuan, datang ke tokonya. Mereka masuk dan mencoba beberapa sandal.

"Dua orang customer pria dan wanita mengaku dari Brasil namun sudah lama tinggal di Canggu, masuk dan mencoba beberapa sandal," ujar dia.

3. Turis laki-laki lupa PIN dan meninggalkan kartu ATM di meja kasir

Kisah Penjaga Toko di Bali, Diduga Ditipu Turis Asing yang Beli SandalScreenshot Instagram

Sampai pada akhirnya mereka sepakat akan membeli sandal ukuran 412 dan 378. Kemudian turis laki-laki ini menghampiri kasir untuk membayar dan membawa kartu anjungan tunai mandiri (ATM). Sementara yang perempuan menunggu di luar. Sandalnya sendiri saat itu sudah dipakai oleh turis laki-laki, sedangkan sepasang sandal satunya lagi dimasukkan ke dalam tas.

"Dan si cowok bilang punya dia langsung pakai dan punya si perempuan langsung dimasukkan di tasnya dia. Kemudian dia memberikan kartu yang sama. Nah, kemudian saya scan barang tersebut," ceritanya.

Singkat cerita, laki-laki tersebut mengaku lupa kode personal identification number (PIN) kartu ATM-nya. Sehingga ia pamit untuk menanyakan kepada si perempuan yang sudah berada di luar. Widiasmara tak menaruh curiga sedikitpun karena kartunya masih ditinggal di meja. Namun beberapa saat, mereka sudah tidak ada.

"Pada saat yang bersamaan si perempuan ada di depan. Nah, ketika saya minta PIN pada si cowok, dia bilang mau lihat-lihat lagi dan beberapa saat kemudian tiba-tiba si cowok bilang lupa PIN, dan akan menanyakan kepada si perempuan. Nah, saya tidak ada curiga sama sekali karena posisi kartu masih di kasir," katanya.

"Namun setelah beberapa saat ternyata orangnya sudah tidak ada. Saya coba cek ke toko sebelah, namun tidak ada. Sampai ke jalan saya cek namun sudah tidak ada juga," imbuhnya.

Baca Juga: 5 Fakta Turis Australia yang Tendang Pengendara Motor di Bali

4. Widiasmara ingatkan agar berhati-hati

Kisah Penjaga Toko di Bali, Diduga Ditipu Turis Asing yang Beli SandalScreenshot Instagram

Widiasmara menduga kartu tersebut bukan milik kedua turis tersebut. Sebab keduanya tak kembali lagi meski kartu ATM-nya tertinggal di kasir.

"Mohon berhati-hati. Semoga yang lain tidak kena tipu lagi," harapnya.

Sementara itu Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyoroti terkait maraknya wisatawan asing yang bertingkah aneh di Bali. Pihaknya kini sedang menyiapkan regulasi dan menginventaris permasalahan apa saja yang ditimbulkan oleh wisatawan asing.

Koster mengaku akan mengambil kebijakan tegas. Ia berjanji akan merumuskan kebijakan tersebut dengan melibatkan pelaku pariwisata dan Desa Adat. Ia juga berharap kepada wisatawan asing ke depannya menghormati budaya Bali, serta menjaga etika dan estetika ketika berwisata di Bali.

"Akan diambil kebijakan yang tegas untuk mengontrol semua penyelenggaraan pariwisata. Kami akan merumuskan dulu kebijiakannya. Tentu akan memberikan arahan penyelenggara pariwisata baik di Bali atau wisatawan itu sendiri menghormati budaya Bali, etika dan estetika di dalam berwisata di Bali," tegasnya.

Baca Juga: Turis Asing Ngamuk di Ubud, Ancam Warga Pakai Batang Kayu

Topic:

  • Imam Rosidin
  • Irma Yudistirani

Just For You