Hari Baik Menurut Hindu Bali 8 Maret 2026, Saatnya Membangun Rumah

Rahajeng semeng semeton sareng sami (Selamat pagi teman-teman semuanya) semoga kabar baik dan sehat ya. Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali berdasarkan Kalender Bali Digital pada Minggu, 8 Maret 2026.
Mengawali pagi ini ada hari baik kala empas munggah, yakni hari baik untuk membangun rumah. Namun, tidak baik untuk memetik buah-buahan. Kajeng lulunan merupakan hari yang tidak baik untuk membuat sok dan sejenisnya. Penasaran bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.
Baik membuat peraturan

Dauh ayu adalah hari baik untuk membuat awig-awig, peraturan-peraturan atau undang-undang, baik untuk membangun. Kajeng uwudan merupakan hari yang tidak baik untuk menanam dan memetik tanaman.
Carik walangati merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. Macekan wadon adalah hari baik untuk membuat taji, tombak, keris, dan alat penangkap ikan.
Tidak baik pindah tempat

Kala dangu merupakan hari yang tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat, dan bepergian. Kala jangkut adalah hari baik untuk membuat pencar, jaring, dan senjata.
Kala sor artinya tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan. Kala sungsang adalah hari yang mengandung sifat atau unsur terbalik, bertentangan, dan kontras.
Namun hari ini tidak baik untuk melakukan karya ayu atau yadnya. Kaleburau merupakan hari yang tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Namun, tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben.
Baik membuka lahan pertanian baru

Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Salah wadi merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya.
Titibuwuk merupakan hari yang baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Namun, tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan penting, bepergian, dan membuat tangga. Pararasan: Laku Angin, Pancasuda: Satria Wibawa, Ekajalaresi: Buat Merang, Pratiti: Jaramerana.


















