Hari baik menurut Hindu Bali pada Minggu, 5 Januari 2025 adalah agni agung patra limutan. Ini merupakan hari yang baik membuat atau meramu obat-obatan (herbal atau alami) serta menghilangkan yang angker. Namun, tidak baik membangun rumah, mengatapi rumah, pindah rumah, atau memasuki rumah baru. Penasaran hari baik lainnya seperti apa? Berikut ulasan selengkapnya.
Hari Baik Menurut Hindu Bali 5 Januari 2025

1. Baik melakukan penyucian diri
Amerta danta adalah hari baik untuk melakukan tapa, brata, yoga, semadi, penyucian diri seperti melukat, serta baik untuk segala pekerjaan. Amerta dewa adalah hari baik untuk melakukan Panca Yadnya khususnya Dewa Yadnya, membangun tempat-tempat suci atau ibadah, membuat lumbung maupun dapur.
Dina jaya adalah hari baik untuk belajar menari atau pengetahuan yang lain dan mengandung unsur keunggulan. Kala gotongan merupakan hari baik untuk memulai suatu usaha. Namun, tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat.
2. Baik untuk bercocok tanam
Amerta gati adalah hari baik untuk memulai suatu usaha, bercocok tanam. Ayu nulus adalah hari baik untuk segala usaha. Dauh ayu merupakan hari baik untuk membuat awig-awig, peraturan-peraturan atau undang-undang, baik untuk membangun.
Dewa ngelayang adalah hari baik untuk membuat bangunan suci, serta baik untuk upacara Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya. Kala kutila merupakan hari baik untuk memulai pekerjaan yang mempergunakan api. Upadana amerta adalah hari baik untuk menanam suatu tanaman serta membuat alat-alat berdagang atau mulai berjualan.
3. Baik untuk beramal
Rekatadala ayudana adalah hari baik untuk menanam tanaman yang beruas atau berbuku, serta baik melakukan dana punia (beramal). Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.
Titibuwuk adalah hari baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Namun, tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan penting bepergian, membuat tangga atau banggul. Tutur mandi merupakan hari baik untuk melakukan hal yang bersifat gaib (kedyatmikan), memberikan petuah atau nasihat. Pararasan: Laku Bulan, Pancasuda: Wisesa Segara, Ekajalaresi: Buat Suka, Pratiti: Upadana.