Hari Baik Menurut Hindu Bali 5 Februari 2025

Hai semuanya, semangat dan selamat pagi. Semoga hari-hari kamu cerah ceria ya. Supaya hari kamu semakin merona, simak ramalan hari baik menurut Hindu Bali pada Rabu, 5 Februari 2025.
Ramalan pertama ada catur laba adalah hari yang baik untuk bepergian menuju arah utara. Ini juga baik untuk melangsungkan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya. Penasaran ramalan hari baik lainnya seperti apa? Yuk baca selengkapnya di bawah ini.
1. Baik melakukan Panca Yadnya

Dewa stata adalah hari baik untuk melakukan Panca Yadnya, khususnya Dewa Yadnya. Ada pula yang disebut dengan dewasa tanian adalah hari baik untuk mulai menanam serta mulai suatu usaha pertanian. Geni rawana adalah hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api.
Namun, pada hari geni rawana tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas atau mengupacarai bangunan baru, dan bercocok tanam. Kajeng kipkipan merupakan hari baik untuk membuat dungki (keranjang kecil tempat ikan). Carik walangati adalah hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa atau ngaben dan membangun rumah.
2. Baik mulai belajar

Kala isinan merupakan hari yang baik untuk mulai belajar, membuat almari, membuat gudang atau tempat barang-barang. Kajeng rendetan adalah hari baik untuk menanam tumbuhan yang menghasilkan buah. Kala gumarang munggah artinya baik melakukan upacara Bhuta Yadnya.
Namun, tidak baik untuk menanam sirih, tembakau. Kala mereng adalah hari yang tidak baik untuk bercocok tanam. Kala sor merupakan hari yang tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, membuat terowongan.
3. Baik membuka lahan pertanian baru

Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Panca prawani artinya tidak baik dipakai dewasa ayu. Ada juga hari naga naut yang tidak baik untuk dewasa ayu.
Salah wadi artinya tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lain-lain. Tidak baik melakukan Pitra Yadnya seperti penguburan, atiwa-tiwa atau ngaben, nyekah, ngasti, dan sebagainya. Pararasan: Laku Bulan, Pancasuda: Bumi Kepetak, Ekajalaresi: Tininggalin Suka, Pratiti: Tresna.


















