Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hari Baik Menurut Hindu Bali 28 Februari 2026, Saatnya Mulai Usaha

Hari Baik Menurut Hindu Bali 28 Februari 2026, Saatnya Mulai Usaha
ilustrasi usaha kuliner street food (unsplash.com/Markus Winkler)
Intinya Sih
  • Kalender Bali Digital mencatat 28 Februari 2026 sebagai hari kala gotongan, waktu baik untuk memulai usaha atau berjualan.
  • Pada hari yang sama, kegiatan seperti penguburan, ngaben, dan upacara Manusa Yadnya tidak disarankan dilakukan.
  • Sri bagia menjadi momen tepat membina persahabatan, sementara pepedan cocok untuk membuka lahan pertanian baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Rahajeng semeng semeton sareng sami. Semoga kabar kalian baik dan sehat selalu ya. Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali berdasarkan Kalender Bali Digital menyambut hari Sabtu, 28 Februari 2026. 

Mengawali Sabtu pagi ini, ada hari kala gotongan merupakan hari baik untuk mulai suatu usaha. Jadi bagi kamu yang ingin mulai usaha, berjualan, dan sejenisnya yuk dimulai hari ini. Namun, pada hari kala gotongan tidak baik untuk mengubur atau membakar mayat.

Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

Hari yang tidak baik untuk bepergian

ilustrasi bepergian (pexels.com/Tiwi Riders)
ilustrasi bepergian (pexels.com/Tiwi Riders)

Carik walangati merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan atau wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. Kala sangu adalah hari yang tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat, dan bepergian. 

Hari baik untuk membina persahabatan

ilustrasi persahabatan (pexels.com/olia danilevich)
ilustrasi persahabatan (pexels.com/olia danilevich)

Sri bagia adalah hari baik untuk memulai membina persahabatan. Menjaga relasi dengan mereka yang selalu ada untukmu adalah hal berharga. Pepedan merupakan hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. 

Hari ini tidak baik melakukan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya

ilustrasi ngaben.jpg
Ilustrasi ngaben (IDN Times/Yuko Utami)

Salah wadi merupakan hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya, seperti wiwaha atau pernikahan, mapendes atau potong gigi, potong rambut, dan sebagainya. 

Hari ini juga tidak baik melaksanakan upacara Pitra Yadnya, misalnya penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan lain-lain. Pararasan: Laku Bulan, Pancasuda: Bumi Kepetak, Ekajalaresi: Buat Suka, Pratiti: Separsa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ita Lismawati F Malau
EditorIta Lismawati F Malau
Follow Us

Latest News Bali

See More