Hari Baik Menurut Hindu Bali 25 April 2026, Baik Menanam Sirih

- Kalender Bali Digital mencatat 25 April 2026 sebagai hari baik untuk menanam padi, kacang-kacangan, dan sirih, serta membuat alat bunyi seperti gamelan dan kentongan.
- Catur laba dianggap baik untuk bepergian ke arah utara dan melaksanakan upacara Manusa Yadnya serta Pitra Yadnya, sementara beberapa hari lain dinilai kurang baik untuk kegiatan penting.
- Kala rau disebut hari baik meramu obat alami dan membuat senjata, sedangkan Kala sor tidak disarankan untuk pekerjaan terkait tanah seperti membajak atau bercocok tanam.
Denpasar, IDN Times - Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali berdasarkan Kalender Bali Digital pada Sabtu, 25 April 2026.
Mengawali pagi ini ada ramalan hari baik asuajeg turun yang baik untuk membuat penakut, menanam padi, kacang-kacangan, dan sirih. Hari ini juga baik untuk berburu, membuat alat bunyi-bunyian, kentongan, gamelan, genta, dan lain-lain. Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.
1. Baik bepergian ke arah utara

Catur laba merupakan hari baik untuk bepergian menuju arah utara, upacara Manusa Yadnya, dan Pitra Yadnya. Gagak anungsang pati adalah hari tidak baik melakukan upacara membakar mayat dan atiwa-tiwa.
Geheng manyinget adalah hari yang tidak baik untuk segala pekerjaan yang penting-penting termasuk melakukan yadnya karena banyak gangguan. Kajeng lulunan merupakan hari yang tidak baik untuk membuat sok dan sejenisnya.
2. Baik menanam tumbuhan berbuah

Kajeng rendetan adalah hari baik untuk menanam tumbuhan yang menghasilkan buah. Kala demit artinya baik untuk memasang tanda-tanda atau alat-alat yang mengandung arti larangan, membuat pagar, memasang pelindung kelapa (ngangasin).
Hari ini juga baik untuk hal-hal menghalau atau mengusir. Namun, tidak baik untuk mengajukan permohonan. Kala pegat artinya baik untuk mulai menyadap (ngirisin), memisah bayi menetek (melas rare). Namun, tidak baik untuk melakukan karya ayu.
3. Baik membuat obat alami

Kala rau adalah hari baik untuk meramu obat-obatan, sadek, membuat senjata, dan upas (penjaga). Namun, tidak baik untuk membangun rumah, mengatapi rumah akibatnya akan terbakar, dan batasi berbicara yang dapat menimbulkan kekeliruan.
Kala sor merupakan hari yang tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan. Kala temah artinya tidak baik untuk dewasa ayu. Pepedan adalah hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. Pararasan: Laku Api, Pancasuda: Satria Wibawa, Ekajalaresi: Buat Astawa, Pratiti: Jati.


















