Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hari Baik Menurut Hindu Bali 20 Juli 2026, Saatnya Memuja Leluhur

Hari Baik Menurut Hindu Bali 20 Juli 2026, Saatnya Memuja Leluhur
Ilustrasi merajan atau tempat persembahyangan di setiap rumah umat Hindu di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)
Share Article

Rahajeng semeng semeton sareng sami (Selamat pagi teman-teman semuanya), semoga kabar baik dan sehat selalu ya. Ada berbagai ramalan hari baik Hindu Bali dari Kalender Bali Digital menyambutmu. 

Mengawali hari ini ada amerta dadi baik untuk melaksanakan upacara Dewa Yadnya dan pemujaan terhadap leluhur. Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca lebih lengkap di bawah ini.

1. Baik meramu obat alami

Ilustrasi hutan adat. (IDN Times/Yuko Utami)
Ilustrasi hutan adat. (IDN Times/Yuko Utami)

Kala miled adalah hari baik untuk meramu obat-obatan, sadek dan yang sejenisnya. Kala sor merupakan hari tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan. 

Kala temah artinya tidak baik untuk dewasa ayu. Kaleburau adalah hari yang tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Hari ini juga tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben. Rangda tiga adalah hari yang tidak baik melakukan upacara pawiwahan atau perkawinan.

2. Baik mempersembahkan yadnya kepada Dewi Sri

Patung Dewi Sri (IDN Times/Yuko Utami)
Patung Dewi Sri (IDN Times/Yuko Utami)

Sri murti artinya baik untuk mempersembahkan yadnya kepada Dewi Sri di lumbung. Salah wadi adalah hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya, seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lain-lain. Termasuk tidak baik melangsungkan Pitra Yadnya, misalnya penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan sebagainya. 

Sri tumpuk merupakan hari baik untuk mencari burung atau mepikat. Uncal balung adalah hari yang tidak baik melakukan semua jenis pekerjaan dianggap penting. Pararasan: Aras Tuding, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Manggih Suka, Pratiti: Nama rupa.

Share Article
Editorial Team

Latest News Bali

See More