Karya ukiran salju tim Indonesia di Harbin China (Dok.IDNTimes/Humas Tabanan)
Lulus dari SMA Surya Wisata di tahun 2018, Gustin kemudian bekerja di salah satu hotel yang berlokasi di Nusa Dua. Di hotel itu, ia semakin mengasah kemampuannya dan masuk ke dalam komunitas Bali Talent Artist.
"Di dunia kerja dan di komunitas ini saya semakin mengasah kemampuan. Mulai hanya dari mengukir buah saja menjadi mengukir mentega, styrofoam hingga es," ujarnya.
Untuk bisa mengikuti kompetensi di China ini, Gustin tidak langsung berhasil loh. Ya, dia harus merasakan kegagalan dua kali. "Sempat ikut untuk menjadi perwakilan di tahun 2019 dan 2020, tetapi gagal," jelasnya.
Kemudian pandemik COVID-19 menerpa dunia dan acara tersebut vakum selama dua tahun. "Saya berhasil masuk dalam tim pada tahun 2023 ini," paparnya.
Meski sudah sering ikut kompetensi saat masih di SMA dan saat kerja, namun ternyata kompetensi di Harbin penuh tantangan. "Bahannya itu bukan es, tetapi salju. Jadi karena di Bali tidak ada salju kami memakai media styrofoam untuk latihan. Kurang lebih latihan selama dua bulan," ujarnya.