Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Fenomena Anak Punk Mengais Rejeki di Tabanan
Satpol PP Tabanan saat melakukan penertiban anak punk di Tabanan (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Tabanan, IDNTimes - Keberadaan anak punk menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan. Mereka biasanya bergerombol di lokasi strategis untuk mengais rejeki. Untuk menghindari terjadinya gangguan ketertiban umum, terutama pada pengguna jalan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tabanan melakukan penertiban dan pembinaan terhadap anak punk yang mangkal di Tabanan.

Seperti pada Selasa (25/2/2025) lalu, Satpol PP Tabanan menertibkan setidaknya 10 anak punk, yang satu di antaranya perempuan.

1. Anak punk yang ditertibkan kebanyakan wajah lama

Satpol PP Tabanan saat melakukan penertiban anak punk di Tabanan (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Kepala Satpol PP Tabanan, I Gede Sukanada, mengatakan fenomena anak punk di jalanan menjadi tantangan tersendiri bagi Tabanan. Sebab, meski patroli dan pembinaan telah rutin dilakukan selama lima bulan terakhir, banyak dari mereka yang kembali ke jalan dengan wajah yang sama.

"Kami rutin melakukan patroli dan pembinaan. Tetapi mereka tetap kembali. Ini menjadi tantangan tersendiri karena menyangkut faktor ekonomi dan sosial. Kebanyakan yang terciduk ini wajah lama," ujar Sukanada, Rabu (26/2/2025).

2. Anak punk mengais rejeki di terminal hingga persimpangan jalan

Ilustrasi lalu lintas (Pixabay.com/WikimediaImages)

Sukanada melanjutkan, pihaknya telah menertibkan 10 anak punk, Selasa (25/2/2025) lalu. Rata-rata berasal dari Situbondo, Jawa Timur. Keberadaan anak punk di Tabanan ini untuk mengais rejeki.

Mereka biasanya mencari rejeki di lokasi strategis, seperti kawasan terminal dan persimpangan jalan utama.

"Saat penertiban dilakukan, kami menemukan mereka di dua titik. Yakni Terminal Kediri dan Simpang Gerogak, Tabanan," kata Sukanada.

3. Mereka diteruskan ke Dinas Sosial Provinsi Bali

Satpol PP Tabanan saat melakukan penertiban anak punk di Tabanan (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Anak-anak punk yang ditertibkan ini kemudian diteruskan ke Dinas Sosial Provinsi Bali guna penanganan lebih lanjut. Menurut Sukanada, keberadaan anak punk di jalanan selain menimbulkan kekhawatiran bagi ketertiban umum, juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

"Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Sosial dan pemerintah desa, terus diperkuat untuk mencari solusi yang lebih efektif dalam menangani permasalahan ini," ujar Sukanada.

Editorial Team

Related Article