Deretan Ancaman Maritim di Indonesia, Dibahas dalam IMSS

Badung, IDN Times - Pelaksanaan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025 yang berlangsung pada 15-22 Februari 2025 diwarnai dengan kegiatan International Maritime Security Symposium (IMSS) atau Simposium Keamanan Maritim Internasional. Dalam kegiatan tersebut, Indonesia mengungkapkan sejumlah ancaman maritim yang hingga kini menjadi perhatian serius semua pihak.
1. IMSS menjadi peluang pendekatan teknologi dan kerja sama keamanan maritim

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, menjelaskan IMSS ke-6 membahas tantangan dan peluang terkait keamanan maritim dengan pendekatan teknologi dan kerja sama. Dengan telah berlangsungnya kegiatan tersebut, pihaknya berharap dapat menjadi platform diplomasi maritim. Selain itu juga mempererat persahabatan antarnegara, dan memajukan kerja sama multilateral. Satu di antaranya dengan patroli koordinasi antarnegara seperti Indonesia dengan Malaysia atau Singapura.
"Kegiatan ini diselenggarakan bersamaan dengan Latihan MNEK yang menambah dimensi baru dalam diskusi mengenai isu-isu keamanan maritim di tingkat global maupun regional, kerja sama antarkekuatan maritim, serta perkembangan teknologi yang menyertainya,” ungkapnya.
2. Banyak isu maritim yang dihadapi Indonesia

Ancaman maritim Indonesia diantaranya masalah kegiatan ilegal di laut seperti penyelundupan. Berbagai kegiatan penyelundupan yang terekam diantaranya narkoba, manusia, barang elektronik, minuman meras, dan beberapa hal lainnya. Selain itu juga ilegal fishing serta kegiatan ilegal yang berdampak pada perusakan lingkungan seperti limbah.
"Selain itu, ancaman bencana alam disebabkan dari laut seperti Tsunami, ombak cuaca tidak bersahabat mengakibatkan kapal tenggelam, kecelakaan laut juga menjadi perhatian bersama menolong setiap negara atau setiap kapal yang mengalami hal ini," jelasnya.
3. Isu-isu keamanan maritim global dan regional mengenai kegiatan ilegal di perbatasan

Sedangkan mengenai isu-isu keamanan maritim global dan regional, peserta dari 39 negara berkomitmen berkomitmen untuk bekerja sama menanggulangi masalah kegiatan ilegal di perbatasan. Pembicaran lebih ke kemanusiaan menanggulangi bencana serta ancaman ilegal di laut. Lalu juga mengembangkan teknologi seperti penginderaan jarak jauh, melepaskan masalah politik ataupun masalah kepentingan militer untuk perang hingga mengutamakan operasi militer selain perang.
“Khusus Indonesia yang berbatasan laut dengan 10 negara tetangga menjadi perhatian kami agar antar negara sama-sama mencegah kegiatan ilegal agar tidak berdampak pada ekonomi, kemanusiaan dan lingkungan maritim,” tegasnya.
IMSS ini juga diharap memberikan wawasan bagi para delegasi terkait kebijakan keamanan maritim, kerjasama dan diplomasi untuk stabilitas keamanan maritim. Juga untuk mempererat hubungan antar Angkatan Laut dan Coast Guard melalui pertukaran pandangan dan kerjasama lintas negara.



















