Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hari Baik Menurut Hindu Bali 6 April 2026, Saatnya Memuja Leluhur

Hari Baik Menurut Hindu Bali 6 April 2026, Saatnya Memuja Leluhur
Ilustrasi merajan atau tempat persembahyangan di setiap rumah umat Hindu di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Rahajeng semeng semeton sareng sami (Selamat pagi teman-teman semuanya). Bagi kamu merasa kurang sehat, semoga lekas pulih ya. Sebelum memulai aktivitas pada Senin, 6 April 2026 ada berbagai ramalan hari baik untukmu. Ramalan hari baik Hindu Bali ini berdasarkan Kalender Bali Digital. 

Mengawali pagi ini ramalan ada amerta dadi merupakan hari baik untuk upacara Dewa Yadnya dan pemujaan terhadap leluhur. Banyu urug merupakan hari baik untuk membuat bendungan. Namun, tidak baik untuk membuat sumur. Bagaimana dengan ramalan hari baik lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.

Baik bekerja menggunakan api

ilustrasi kompor non-gas (unsplash.com/Toa Heftiba)
ilustrasi kompor non-gas (unsplash.com/Toa Heftiba)

Geni rawana merupakan hari baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Namun,tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas atau mengupacarai bangunan baru, dan bercocok tanam. Kala siyung artinya tidak baik, hari ini harus diwaspadai karena mengandung pengaruh buas.

Carik walangati adalah hari yang tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah. Kala bancaran adalah hari baik untuk membuat senjata, taji, pengiris (pisau besar untuk mengiris atau untuk mengadap nira). 

Baik membuat kentongan

Sebuah kentongan dipukul sebagai pemanggil para pemilih yang berhak dan telah ditentukan datang ke TPS guna memberi hak suaranya di Makassar, 19 Desember 1955. (Dok. Arsip Nasional Republik Indonesia)
Sebuah kentongan dipukul sebagai pemanggil para pemilih yang berhak dan telah ditentukan datang ke TPS guna memberi hak suaranya di Makassar, 19 Desember 1955. (Dok. Arsip Nasional Republik Indonesia)

Karnasula adalah hari baik untuk membuat kentongan, bajra, kendang, kroncongan (denta sapi dari kayu) dan sejenisnya. Namun, tidak baik untuk membangun rumah, tempat tidur, mengadakan rapat atau pertemuan.

Kala sor artinya tidak baik untuk bekerja hubungannya dengan tanah seperti membajak, bercocok tanam, dan membuat terowongan. Kala temah adalah hari tidak baik untuk dewasa ayu. Kaleburau adalah hari tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Namun, tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben.

Tidak baik bersenggama

ilustrasi bercinta di kamar mandi (pexels.com/Vlada Karpovich)
ilustrasi bercinta di kamar mandi (pexels.com/Vlada Karpovich)

Sampar wangke merupakan hari yang tidak baik untuk bersenggama, jika melanggar bisa melahirkan bayi yang penuh kesialan dan kemalangan. Panca prawani adalah hari yang tidak baik dipakai dewasa ayu.

Salah wadi adalah hari yang tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya, seperti wiwaha, mapendes, potong rambut, dan lainnya. Termasuk tidak baik melaksanakan upacara Pitra Yadnya, misalnya penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dan sebagainya. Pararasan: Aras Tuding, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Buat Suka, Pratiti: Saskara.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

Hari Baik Menurut Hindu Bali 6 April 2026, Saatnya Memuja Leluhur

06 Apr 2026, 07:15 WIBNews