Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

85 Persen Dokter UGD RSUD Tabanan Masih Berstatus Tamu

85 Persen Dokter UGD RSUD Tabanan Masih Berstatus Tamu
ilustrasi dokter (freepik.com/Lifestylememory)
Intinya Sih
5W1H
  • RSUD Tabanan menghadapi kekurangan dokter ASN dan PPPK, dengan sekitar 85 persen tenaga di UGD berasal dari dokter tamu yang tidak memiliki ikatan kerja jangka panjang.
  • Dokter tamu hanya menerima pendapatan dari jasa pelayanan dan uang jaga, membuat mereka mudah berpindah ketika ada tawaran lebih baik, sementara rumah sakit masih butuh 35 tenaga medis tambahan.
  • Manajemen RSUD Tabanan mengusulkan regulasi khusus agar dokter tamu mendapat gaji tetap dan kontrak jelas, serta terus berkoordinasi dengan BKPSDM untuk menambah formasi dokter ASN dan PPPK.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tabanan, IDN Times - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan kekurangan tenaga dokter berstatus ASN (Aparatur Sipil Negara) maupun PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) yang bertugas di Unit Gawat Darurat (UGD).

Direktur RSUD Tabanan, dr I Gede Sudiarta, mengungkapkan sekitar 85 persen dokter umum yang bertugas di UGD berstatus dokter tamu. Hal ini tentunya akan berdampak pada layanan di UGD. Satus dokter tamu bisa sewaktu-waktu hengkang, karena secara administratif,mereka tidak terikat dalam waktu panjang.

1. Dokter tamu tidak menerima gaji pokok

ilustrasi baru gajian
ilustrasi gajian (pexels.com/Defrino Maasy)

Sudiarta mengatakan, dokter tamu tidak menerima gaji pokok seperti ASN atau PPPK. Mereka menerima pendapatan dari jasa pelayanan dan uang jaga. Hal ini membuat para dokter tamu tidak memiliki ikatan kuat dengan rumah sakit.

"Tentunya ketika ada tawaran yang lebih menggiurkan, dokter tamu ini akan gampang lepas. Manajemen sulit mempertahankan mereka karena karena tidak ada aturan yang mengikat,” ujar Sudiarta.

2. RSUD Tabanan membutuhkan 35 tenaga medis

ilustrasi dokter
ilustrasi dokter (unsplash.com/Natanael Melchor)

Kondisi kekurangan tenaga medis terutama dokter, juga terjadi pada layanan jantung yang tengah dikembangkan RSUD Tabanan. Dari total tim yang ada, hanya dua dokter berstatus ASN, sementara tiga lainnya termasuk dokter tamu. Bahkan tenaga konsultan juga masih berstatus tidak tetap.

Dari hasil perhitungan, RSUD Tabanan masih membutuhkan lebih dari 35 tenaga medis tambahan. Rinciannya, sekitar 20 dokter spesialis untuk pengembangan layanan, dan 15 dokter umum untuk operasional harian.

3. Manajemen RSUD Tabanan mengusulkan regulasi khusus

Foto jarak dekat seorang dokter mengenakan jas putih sambil memegang stetoskop.
Ilustrasi dokter. (unsplash.com/Online Marketing)

Untuk mengatasi persoalan ini, manajemen RSUD Tabanan mengusulkan regulasi khusus agar dokter tamu bisa diberikan gaji tetap disertai kontrak kerja yang jelas. Skema ini diharapkan memuat sanksi bagi tenaga medis yang memutus kontrak secara sepihak.

“Walaupun tidak besar, setidaknya ada ikatan. Kalau memutus kontrak di tengah jalan, ada sanksinya,” ujar Sudiarta.

Selain itu, RSUD Tabanan terus berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan untuk mengusulkan formasi dokter dalam setiap pembukaan seleksi CPNS maupun PPPK.

"Mudah-mudahan nanti ada bukaan formasi banyak untuk menjaga kualitas layanan RSUD Tabanan," kata Sudiarta.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More