CCTV Membantu Pengungkapan Kasus Lebih Cepat di Bali

Denpasar, IDN Times - Closed Circuit Television (CCTV), dalam berbagai sumber, disebutkan pertama kali digunakan pada 1942 di Jerman. Saat itu fungsi CCTV untuk memantau peluncuran roket V-2 di Jerman. Seiring berkembangnya waktu, CCTV saat ini banyak digunakan oleh masyarakat untuk memantau keamanan dan menyediakan bukti visual yang valid. Dalam dunia penyidikan kepolisian, CCTV diungkap banyak membantu penyelidikan kasus sehingga lebih terarah.
Kabid Humas Polda Bali, Kombespol Ariasandy, mengatakan pemanfaatan CCTV dalam pengungkapan kasus di wilayah hukum Polda Bali sangat dirasakan dampaknya. Pemanfaatan ini dilakukan secara berkelanjutan oleh Reserse Kriminal (Reskrim) Polda Bali maupun jajaran Kepolisian Resor (Polres) hingga kepolisian Sektor (Polsek), khususnya dalam mendukung penanganan berbagai tindak pidana.
"Kepolisian telah menggunakan CCTV sebagai bagian dari dukungan teknologi penyidikan sejak beberapa tahun terakhir," terangnya, pada Selasa (10/2/2026).
Dengan adanya CCTV, penyidik dapat melakukan deteksi awal terhadap para pelaku, baik melalui pengamatan ciri-ciri, pola gerak, sarana yang digunakan, maupun waktu, dan lokasi kejadian. Hal tersebut sangat membantu penyidik pada tahap penyelidikan awal untuk mempersempit dugaan pelaku, sehingga proses pengungkapan perkara dapat berjalan lebih cepat dan terarah.
Ia melanjutkan, rekaman CCTV juga terbukti efektif membantu pengungkapan kasus, karena memberikan gambaran kronologis peristiwa pidana yang dikombinasikan dengan keterangan saksi, barang bukti, serta alat bukti lain sesuai ketentuan hukum. Hal ini berdampak positif terhadap percepatan penyelesaian perkara oleh penyidik.
"Dalam kesempatan ini, Kami juga mengimbau kepada masyarakat dan pengelola usaha agar turut berperan aktif dengan memasang dan merawat CCTV di lingkungan masing-masing," ungkapnya.
Pihaknya meminta agar masyarakat bersedia bekerja sama apabila sewaktu-waktu kepolisian membutuhan rekaman CCTV tersebut guna kepentingan proses penyelidikan dan penyidikan. Partisipasi masyarakat ini sangat membantu upaya kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Bali.
Sementara itu, pengungkapan kasus di wilayah hukum, misalnya Polsek Kuta Utara, penggunaan CCTV dalam membantu penanganan kasus sering dilakukan. Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina, mengatakan nilai manfaat rekaman CCTV dalam membantu penyelidikan kasus mencapai 90 persen, selain keterangan saksi mata terutama untuk kejahatan jalanan.
"Langkah yang pertama kali kami lakukan itu CCTV dulu. Pengaruhnya besar untuk kejadian jalan begini," terangnya.


















