- Adat, rradisi, seni dan budaya, serta kearifan lokal
- Kesehatan, pendidikan, pemuda dan olahraga, jaminan sosial dan ketenagakerjaan
- Transformasi perekonomian dengan ekonomi
- Infrastruktur darat, laut, udara, dan transportasi
- Lingkungan, kehutanan, dan energi; dan Bidang 6, Bali Pulau Digital dan Keamanan Bali.
Kemiskinan dan Pengangguran Bali Tahun 2025 Terendah se-Indonesia

Denpasar, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali merilis berbagai indikator pencapaian makro Provinsi Bali pada 5 Februari 2026 lalu. Ada tujuh indikator yang menjadi ukuran pencapaian kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Dua di antaranya adalah tingkat kemiskinan dan pengangguran tahun 2025.
Tingkat kemiskinan di Bali tahun 2025 sebesar 3,42 persen. Menurun 0,38 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 3,80 persen. Berdasarkan data itu, tingkat kemiskinan di Bali terendah secara nasional.
Sementara itu, tingkat pengangguran di Bali tahun 2025 juga terendah secara nasional, yakni sebesar 1,45 persen. Angka ini menunjukkan penurunan 0,34 persen, dibanding tahun 2024 sebesar 1,79 persen. Bagaimana dengan indikator lainnya? Baca selengkapnya di bawah ini.
Pertumbuhan ekonomi di Bali tertinggi kelima nasional

Pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2025 secara kumulatif sebesar 5,82 persen, sebelumnya pada tahun 2024 sebesar 5,48 persen. Bali meraih urutan kelima tertinggi secara nasional. Angka pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2025 juga tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Sementara itu, pendapatan per kapita masyarakat Bali tahun 2025 mencapai Rp72,66 juta. Ini menunjukkan peningkatan sebesar Rp5,34 juta dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp67,32 juta.
Indeks Pembangunan Manusia di Bali tertinggi kelima nasional

Adapun kesenjangan ekonomi masyarakat Bali yang diukur dengan Indeks Gini Rasio Tahun 2025 sebesar 0,333 yang menurun dibanding tahun 2024 sebesar 0,348. Data itu menunjukkan pendapatan masyarakat di Bali semakin merata.
Hasil Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 di Bali sebesar 79,37, meningkat dibanding tahun 2024 sebesar 78,63. Pencapaian angka IPM Bali adalah peringkat ke-5 tertinggi secara nasional. Usia Harapan Hidup (UHH) masyarakat Bali tahun 2025 adalah sebesar 75,46 tahun. Ada peningkatan dibandingkan tahun 2024 sebesar 75,10 tahun.
Koster sebut pencapaian tersebut hasil kerja kolektif

Sementara itu, berdasarkan rilis resmi Gubernur Bali, I Wayan Koster, menyatakan bahwa hasil tersebut adalah bukti pencapaian kinerja tahun 2025 yang sejalan dengan arah kebijakan. Bali mengutamakan pengembangan enam bidang kebijakan prioritas, sebagai berikut.
“Pencapaian kinerja yang sangat baik ini merupakan hasil kerja keras secara kolektif yang diselenggarakan secara bersama-sama oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kota/Kabupaten, pelaku usaha, serta masyarakat Bali,” ungkap Koster, pada Minggu (8/2/2026).


















