Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ilustrasi kucing rumahan (IDN Times/Yuko Utami)
  • Survei terhadap 547 pemilik kucing di AS menemukan pemahaman perilaku kucing dan ikatan yang kuat berkaitan dengan lebih sedikit masalah perilaku serta hukuman.
  • Pemilik yang menganggap pipis sembarangan sebagai balas dendam lebih sering menghukum; 77% pernah berteriak, sementara ketersediaan litter box menurun pada rumah dengan lebih banyak kucing.
  • Peneliti menekankan edukasi pemilik untuk memahami kebutuhan normal kucing, menyediakan interaksi dan litter box memadai, serta memeriksakan gejala mendadak ke dokter hewan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Survei menemukan pemilik yang lebih memahami perilaku kucing melaporkan lebih sedikit masalah perilaku, lebih jarang menghukum, dan cenderung memiliki ikatan lebih kuat dengan kucingnya.
  • Who?
    Emma K. Grigg dari UC Davis dan Lori R. Kogan dari Colorado State University meneliti 547 pemilik kucing di Amerika Serikat.
  • Where?
    Penelitian melibatkan pemilik kucing di Amerika Serikat melalui survei daring anonim yang direkrut menggunakan Amazon Mechanical Turk.
  • When?
    Survei dilakukan pada Agustus 2019; penelitian Grigg dan Kogan tercatat pada 2019.
  • Why?
    Penelitian dilakukan untuk mengukur pemahaman pemilik mengenai perilaku kucing, kedekatan ikatan pemilik-kucing, serta jumlah masalah perilaku yang dilaporkan di rumah.
  • How?
    Peneliti menganalisis jawaban survei 547 responden. Hasilnya menunjukkan korelasi, bukan hubungan sebab-akibat, antara pemahaman perilaku kucing, praktik perawatan, dan masalah yang dilaporkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dua peneliti bernama Emma K Grigg (UC Davis) dan Lori R Kogan (Colorado State University) telah melakukan riset menarik tentang kucing. Mereka ingin mengukur seberapa paham pemilik soal perilaku kucing, seberapa dekat ikatan keduanya, dan berapa banyak "masalah perilaku" yang dilaporin.

Mereka bikin survei online secara anonim pada Agustus 2019 lalu. Respondennya 547 pemilik kucing di Amerika Serikat yang direkrut melalui Amazon Mechanical Turk. Hasil risetnya menyimpulkan bahwa semakin ngerti perilaku kucing, makin sedikit "drama" di rumah. Penasaran sama hasilnya? Berikut selengkapnya.

Makin paham, makin adem

ilustrasi kucing (pexels.com/Orhan Namlı)

Pemilik yang mengerti perilaku kucing melaporkan lebih sedikit ada masalah atau banyak drama di rumah, lebih jarang menghukum, dan lebih santai kalau kucingnya bikin ulah. Ternyata ikatan yang kuat menghasilkan masalah yang lebih sedikit di rumah.

Ketika kucing pipis sembarangan dan minim litter box

Ilustrasi kucing rumahan. (IDN Times/Yuko Utami)

Pemilik yang percaya kucing pipis sembarangan buat "balas dendam" cenderung lebih sering menghukum kucingnya. Cara menghukumnya bermacam-macam. Sebanyak 77 persen pernah teriak, 51,4 persen pernah nyemprot air, dan 10,9 persen mengaku pernah memukul atau nendang. Namun, yang paling umum adalah mengalihkan perhatian kucing sebanyak 90,3 persen.

Sebanyak 47,7 persen pemilik yang main interaktif sama kucingnya setiap hari, dan hanya 30,7 persen yang pernah melatih kucingnya. Kebanyakan pemilik ngasih mainan statis atau tempat sembunyi, bukan interaksi secara langsung.

Survei juga menunjukkan jumlah litter box per kucing di rumah menurun dari 2,2 menjadi 0,9 dengan tiga kucing atau lebih. Menurut peneliti, survei ini bukan sebab-akibat ya, melainkan korelasi. Lalu apa kesimpulannya?

Pahami kebutuhannya, bukan dia yang drama

Ilustrasi Kucing yang sedang dimandikan (pexel.com/Karin Chantanaprayura)

Para peneliti menyimpulkan bahwa perlu banget untuk mengedukasi pemilik kucing. Mereka harus memahami perilaku normal kucing, meluruskan mitos, dan memenuhi kebutuhannya. Jadi sebelum menilai kucingmu "nakal", coba cek dulu, apakah kamu udah cukup mengajaknya bermain? Apakah litter box-nya cukup?

Kalau kucingmu tiba-tiba muntah atau pipis sembarangan, bisa jadi itu ada masalah medis. Sebaiknya bawa ke dokter hewan, bukan dimarahin.

Referensi
Grigg, E.K. & Kogan, L.R. (2019). "Owners' Attitudes, Knowledge, and Care Practices: Exploring the Implications for Domestic Cat Behavior and Welfare in the Home." Animals MDPI.

Editorial Team

Related Article