Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Buleleng Targetkan Cek Kesehatan Gratis 2026 Sebesar 46 Persen

ckg 5.jpg
Ilustrasi cek kesehatan gratis di Bali. (IDN Times/Yuko Utami)

Buleleng, IDN Times - Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng mengevaluasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah berlangsung sejak 2025. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Buleleng, Dewa Putu Merta Suteja, mengatakan program ini terlaksana sesuai dengan instruksi Kementerian Kesehatan dan arahan kepala daerah.

Berdasarkan rilis resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, pelaksanaan CKG terfokus di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, khususnya puskesmas, puskesmas pembantu, dan posyandu.

Suteja menjelaskan, seluruh puskesmas di Kabupaten Buleleng telah siap melaksanakan CKG dengan dukungan sumber daya manusia, serta ketersediaan alat kesehatan dan bahan medis habis pakai.

“Program ini menyasar seluruh siklus hidup, mulai dari bayi, balita, prasekolah, remaja, dewasa, lansia, hingga ibu hamil, dengan jenis pemeriksaan yang telah ditetapkan sesuai pedoman Kementerian Kesehatan,” paparnya.

Target CKG Buleleng tahun 2026 sebesar 46 persen

ilustrasi alat cek tensi (pixabay.com/Antonio_Corigliano)
ilustrasi alat cek tensi (pixabay.com/Antonio_Corigliano)

Pada 2026, Kabupaten Buleleng menetapkan target capaian CKG sebesar 46 persen. Kata Suteja, capaian pelaksanaan CKG tahun ini telah menunjukkan tren positif, sebulan berjalan telah mencapai sekitar 16 persen.

"Dengan progres tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng optimistis target CKG tahun 2026 dapat tercapai hingga akhir tahun," tegasnya.

Meskipun demikian, ada sejumlah kendala dalam pelaksanaan CKG. Pada tahap awal, Buleleng hadapi kendala ketersediaan bahan medis habis pakai. Edukasi terkait urgensi peningkatan pemahaman masyarakat tentang manfaat dan mekanisme program CKG. Bagi Suteja, peran lintas sektor, termasuk pemerintah kecamatan, desa, serta dukungan perangkat daerah lainnya dibutuhkan untuk memperkuat sosialisasi kepada masyarakat.

CKG sebagai langkah awal untuk mengetahui penyakit

ilustrasi opname di rumah sakit (pexels.com/Anna Shvets)
ilustrasi opname di rumah sakit (pexels.com/Anna Shvets)

Suteja mengajak seluruh masyarakat Buleleng untuk memanfaatkan Program CKG sebagai langkah deteksi dini faktor risiko penyakit serta pencegahan komplikasi.

“Masyarakat cukup datang ke puskesmas, puskesmas pembantu, atau posyandu dengan membawa KTP, karena layanan CKG dijadwalkan buka setiap hari kerja di puskesmas dengan dukungan sarana dan prasarana yang telah disiapkan.” kata Suteja.

Evaluasi CKG Buleleng melibatkan instansi lintas sektor

Ilustrasi Puskesmas (IDN Times/Wira Sanjiwani)
Ilustrasi Puskesmas (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Evaluasi Program CKG Buleleng berlangsung di Hotel Aneka Lovina Senin lalu, 9 Februari 2026. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Sucipto, sebagai bagian dari upaya penguatan pelaksanaan program prioritas nasional di bidang kesehatan.

Evaluasi tersebut menghadirkan pihak dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinkes Buleleng, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Kabupaten Buleleng, dan instansi lintas sektor lainnya.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

Pemerintah Tabanan Menyediakan Vitamin A untuk 20 Ribu Bayi dan Anak

10 Feb 2026, 18:51 WIBNews