Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Buleleng Alokasi Anggaran Rp10 Miliar untuk Pemeliharaan Irigasi

Ilustrasi anggaran. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi anggaran. (IDN Times/Aditya Pratama)

Buleleng, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menargetkan perbaikan dan pemeliharaan saluran irigasi pada sembilan kecamatan di Buleleng. Berdasarkan rilis Pemkab Buleleng, sektor pertanian menyumbang hampir 25 persen PDRB (Produk Domestik Regional Bruto). Ini menjadikan pertanian penyumbang kontribusi kedua setelah sektor akomodasi dan makan minum di Buleleng.

Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, Putu Adiptha Eka Putra, menyampaikan pemeliharaan irigasi sebagai cara menjaga ketersediaan air bagi petani.

“Wilayah Buleleng adalah wilayah agraris yang nyegara gunung dengan banyak sumber mata air sehingga sangat mendukung untuk sektor pertanian,” ujar Eka Putra, pada Senin (19/1/2026).

Anggaran pemeliharaan subak tahun 2026 di Buleleng Rp10 miliar

ilustrasi irigasi (pixabay.com/EyestetixStudio)
ilustrasi irigasi (pixabay.com/EyestetixStudio)

Eka Putra mengungkapkan, anggaran pemeliharaan irigasi subak yang tersebar di sembilan kecamatan, dialokasikan sebesar Rp10 miliar. Anggaran tersebut khusus untuk pemeliharaan subak tahun 2026.

Ada 25 paket pengerjaan perbaikan saluran irigasi yang tersebar di titik tersebut. Proyek itu akan dikerjakan pada Februari 2026 sambil melihat kondisi cuaca dengan pengerjaan fisik.

Pengerjaan fisik itu meliputi perbaikan atau pembangunan struktur seperti dinding dan lantai saluran, pintu air. Tujuannya untuk meningkatkan fungsi jaringan agar air dapat terdistribusi efisien ke lahan pertanian.

Ada tiga sumber air utama di Buleleng

Air Terjun Banyu Wana Amertha di Buleleng (dok.pribadi/Natalia Indah)
Air Terjun Banyu Wana Amertha di Buleleng (dok.pribadi/Natalia Indah)

Menurut Eka Putra, Buleleng memiliki tiga sumber air utama yang dibendung yaitu di Tamblang, Titab, dan Gerokgak sebagai air baku pertanian hingga rumah tangga. Ada juga beberapa mata air dan air terjun, serta sungai yang dimiliki Buleleng.

“Ini potensi alam yang harus kita jaga dan distribusikan dengan baik ke petani melalui saluran irigasi," kata dia.

Melalui perbaikan saluran irigasi, Ia berharap agar memupuk semangat petani dalam bercocok tanam karena terjaganya ketersediaan air saat musim tanam.

"Dulu mungkin dalam setahun hanya 1-2 kali pola tanam, sekarang harapannya bisa 3-4 kali pola tanam dan tentunya meningkatkan produksi pertanian untuk menunjang kemandirian pangan," imbuh Eka Putra.

Share
Topics
Editorial Team
Irma Yudistirani
EditorIrma Yudistirani
Follow Us

Latest News Bali

See More

Buleleng Alokasi Anggaran Rp10 Miliar untuk Pemeliharaan Irigasi

19 Jan 2026, 21:56 WIBNews