Bencana Hidrologi Mengepung Buleleng, Sehari Ada 34 Kejadian

- BPBD Bali mencatat 34 bencana hidrologi di Buleleng dan satu di Bangli pada 6 Maret 2026, didominasi banjir serta tanah longsor akibat curah hujan sangat deras.
- Kecamatan Banjar mengalami banjir terparah dengan dua korban meninggal dan dua anak masih hilang terseret arus deras saat kejadian berlangsung.
- Tim SAR Gabungan terus mencari korban hilang, sementara BPBD menyiapkan tambahan alat berat, personel, serta bantuan darurat bagi warga terdampak.
Buleleng, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat ada 34 kejadian bencana hidrologi di Kabupaten Buleleng yang terjadi pada Jumat lalu, 6 Maret 2026. Pada hari yang sama, ada satu kejadian di Kabupaten Bangli. Yaitu bencana tanah longsor di ruas Jalan Sp. Lateng-Madenan-Bondalem, Desa Satra, Kecamatan Kintamani.
Saat kejadian, curah hujan di Desa Catur, Kintamani, Bangli yakni 136mm (milimeter) per hari atau sangat deras. Termasuk Desa Satra, Kecamatan Kintamani dengan 77mm per hari (deras).
Bencana hidrologi di Buleleng, yakni banjir dan tanah longsor mengepung wilayah Bali Utara. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bali, Gede Teja, mengatakan pada saat kejadian, ada empat titik yang tercatat mengalami hujan deras pada Jumat (6/3/2026).
Kawasan tersebut seperti Desa Munduk, Kecamatan Banjar dengan 126mm per hari (sangat deras); Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada yaitu 118,3mm per hari (sangat deras); Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu 104mm per hari (sangat deras); dan Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada 80mm per hari (deras).
Kecamatan Banjar mengalami banjir terparah yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Derasnya aliran banjir, membuat dua orang lainnya yang terseret masih belum ditemukan. Korban hilang adalah Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12).
“Banyaknya sebaran titik kejadian membutuhkan waktu, tambahan alat berat dan personil, yang akan dioptimalkan lagi besok,” kata Teja, pada Sabtu (7/3/2026).
Saat ini Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua orang korban yang hilang. Sementara, korban selamat dari sederet bencana hidrologi di Buleleng dalam tahap pemenuhan bantuan pokok dan darurat.


















