Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Belda Brig Kunci WNA di Bali, Aksi Atlet MMA Viral
WN Rusia berilah di Uluwatu (Dok.IDN Times/istimewa)
  • Video viral menunjukkan atlet MMA Belda Brig Sando mengunci seorang warga Rusia mabuk di Bali menggunakan teknik rear naked choke tanpa kekerasan fisik.
  • Belda bertindak setelah melihat WNA tersebut berulah, mengganggu perempuan, dan membuat keributan di jalan usai acara Uluwatu Fight Night.
  • Ia menegaskan aksinya hanya untuk memberi pelajaran agar wisatawan menghormati aturan dan ketertiban di tempat yang mereka kunjungi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Badung, IDN Times - Video viral atlet MMA, Belda Brig Sando (37), asal Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur mengunci target laki-laki seorang warga Rusia pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 00.30 Wita, ramai di media sosial. Belda mengaku mengambil tindakan tersebut untuk memberikan pelajaran agar tidak melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum.

Menariknya, Belda tidak memukul pelaku, tetapi melakukan tindakan rear naked choke (nama teknik kuncian leher dari belakang) agar pelaku pingsan sejenak. Tindakan ini ia ambil untuk mengurangi risiko perlawanan dari pelaku yang dalam pengaruh alkohol dan diakuinya tidak untuk menyakiti.

"Aku cuma mau kasih dia pelajaran aja. Intinya sih kayak udah capek lihat tingkah laku bule-bule di Bali belakangan ini kelewatan," ungkapnya saat diwawancara IDN Times, Selasa (2/4/2026).

Ia bercerita, peristiwa itu terjadi setelah acara Uluwatu Fight Night. Saat itu di luar itu sudah ramai perbincaraan tentang warga Rusia yang berulah. WNA itu, katanya melakukan tindakan tidak menyenangkan dengan memegang-megang pantat perempuan, mengganggu, hingga menyentuh kepala orang lain.

Saat itu pelaku dalam kondisi mabuk, tidak mengenakan baju, dan berjalan di tengah jalan memberhentikan orang yang berlalu lalang.

"Gak ada yang gerak sih padahal banyak GoJek, banyak orang pada ngelihatin doang," ungkapnya.

Tak tahan melihat situasi gaduh tersebut, Belda mendekati pelaku dan menegurnya. Sempat terjadi perlawanan sebelum akhirnya pelaku tumbang. Beberapa saat kemudian, pelaku bangkit dan meminta maaf atas tindakannya.

Atas kejadian ini ia berharap agar setiap orang menghormati peraturan di mana tanah dipijak.

Editorial Team