ilustrasi dua orang sedang berdebat (pexels.com/LizaSummer)
Watak orang kasar hampir sama seperti poin kedua. Banyak yang tidak menyukainya. Tetapi kamu jangan buru-buru tidak menyukainya. Dia berwatak seperti itu karena terbentuk dari trauma, lingkungan keluarga, pertemanan, hingga masalah yang dihadapi. Sehingga hal itu membuat dia jadi keras dan kasar. Penjelasan selengkapnya di sini.
Asalkan kasarnya itu bukan dalam bentuk perbuatan, ada sisi positif yang bisa kamu ambil. Mungkin kata-katanya memang kasar dan bikin sakit hati. Tetapi kamu jangan terburu-buru mengecap dia negatif. Orang berkata kasar tandanya ada kekecewaan terhadap sesuatu yang dipendam sejak lama. Artinya, ketika melihat ada permasalahan dan dia pernah menghadapinya, orang berwatak kasar akan mengeluarkan kalimat kejujuran meskipun narasinya kasar.
Jadi lebih baik berkata jujur dan tidak membiarkan seseorang melakukan kesalahan. Kalau gak mau terlihat jadi orang kasar, sebaiknya kontrol atau kendalikan dulu emosionalmu sebelum berkata jujur. Luapkan emosionalmu di tempat lain tanpa orang lain tahu sehingga kamu bukan lagi menjadi orang kasar melainkan blak-blakan.