Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bali Luncurkan 11 Bus Listrik untuk Koridor 1 Trans Sarbagita
Bus listrik dioperasikan di Bali, pada Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Ayu Afria)
  • Bali meluncurkan 11 bus listrik untuk memperkuat transportasi publik rendah emisi melalui proyek Bali e-Mobility, yang diposisikan sebagai percontohan berbasis kebijakan dan bukti.

  • Program ini merupakan kolaborasi Indonesia, Korea Selatan, dan GGGI, dilengkapi enam pengisi daya cepat serta Sistem Manajemen Armada untuk memantau operasional bus.

  • Sebelas bus melayani Koridor 1 Trans Sarbagita sepanjang 53 kilometer dengan 56 halte, menghubungkan GOR Ngurah Rai dan GWK melalui Universitas Udayana.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Bali meluncurkan 11 bus listrik untuk memperkuat layanan transportasi publik rendah emisi proyek Bali e-Mobility.
  • Who?
    Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Republik Korea, dan Global Green Growth Institute terlibat dalam proyek ini.
  • Where?
    Bus diluncurkan di lapangan Renon sisi timur, Denpasar, Bali, dan akan beroperasi pada Koridor 1 Trans Sarbagita.
  • When?
    Peluncuran berlangsung pada Kamis sore, 22 Oktober 2026.
  • Why?
    Program ini ditujukan mendorong transportasi umum, mengurangi emisi dan ketergantungan bahan bakar fosil, serta mendukung transisi energi dan ekonomi hijau.
  • How?
    Armada akan melayani rute 53 kilometer GOR Ngurah Rai–GWK melalui Universitas Udayana, dengan 56 halte, enam pengisi daya cepat, dan Sistem Manajemen Armada.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Denpasar, IDN Times - Sebanyak 11 unit bus listrik berjajar di lapangan Renon sisi Timur, pada Kamis (2s/10/2026) sore. Bus ini dihadirkan di Bali untuk memperkuat layanan transportasi publik yang efisien, dan rendah emisi. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengatakan proyek Bali e-Mobility ini adalah proyek percontohan yang berbasis kebijakan dan berbasis bukti (evidence-based policy) dimulai dari Bali, yang nantinya akan direplikasi secara bertahap di seluruh Nusantara.

Langkah ini sekaligus menjawab kesulitan energi yang tengah dihadapi Indonesia dan dunia, seperti kesulitan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Bali belum lama ini. Ia berharap bus listrik segera tersebar menyeluruh di wilayah Bali agar tidak ada antrean BBM lagi.

"Bali adalah model bagi pembangunan kita. Ini adalah contoh nyata transisi energi. Proyek yang berbasis kebijakan dan berbasis bukti yang siap direplikasi secara bertahap di seluruh nusantara,” ungkapnya.

1. Pemerintah mendorong penggunaan transportasi umum

Bus listrik dioperasikan di Bali, pada Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Ayu Afria)

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengatakan elektrifikasi transportasi publik merupakan bagian dari transformasi menuju pembangunan rendah karbon dan ekonomi hijau. Pihaknya memilih Bali sebagai permodelan provinsi sesuai dengan sustainable development goals. Proyek Bali e-Mobility ini kolaborasi bersama Global Green Growth Institute.

"Penggunaan transportasi publik berbasis listrik tidak hanya mengalihkan ketergantungan dari bahan bakar fosil ke energi yang lebih bersih, tetapi juga meningkatkan efisiensi nasional sekaligus mendorong produktivitas masyarakat," ungkapnya.

Langkah ini untuk mendorong penggunaan transportasi umum dalam mobilitas sehari-hari, sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi. Peluncuran 11 unit bus listrik ini dilengkapi dengan enam pengisi daya cepat dan Sistem Manajemen Armada yang mendukung pemantauan operasional bus, dan pengisi daya ini merupakan bagian dari proyek Bali e-Mobility.

"Saya ingin ada merek dari Bali. Saya ingin ada merek bis buatan Bali. Saya ingin ada mobil buatan Bali. Saya ingin ada sepeda motor buatan Bali, tidak perlu dibuat di Bali. Orang Bali bisa bikin di mana pun di wilayah Republik Indonesia. Orang Bali bisa bikin kendaraan di mana pun di seluruh dunia. Kalau perlu orang Bali datang ke Korea membuat sepeda motor nanti dikirim lagi ke sini," ungkapnya.

2. Bus listrik sebagai pembuka jalan e-Mobility di Bali

Bus listrik dioperasikan di Bali, pada Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Ayu Afria)

Proyek ini kerja sama antara Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Kementerian PPN/Bappenas dengan Pemerintah Republik Korea yang diwakili oleh Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan Republik Korea.

Kementerian PPN/Bappenas berperan sebagai executive agency, Kementerian Perhubungan dan Kementerian ESDM sebagai implementing agency, Pemerintah Provinsi Bali sebagai penerima manfaat, serta Global Green Growth Institute (GGGI) sebagai pelaksana proyek.

Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soon-gu, mengatakan peluncuran ini mencerminkan kemitraan iklim dan teknologi yang telah terjalin antara Korea dan Indonesia selama bertahun-tahun. Pengalaman Korea di bidang transportasi hijau dan kebijakan terkait dapat mendukung transisi Bali menuju sistem transportasi rendah karbon, sekaligus membuka jalan bagi kerja sama iklim yang lebih erat antara kedua negara.

“Peluncuran bus listrik ini merupakan hasil dari kemitraan iklim dan kerja sama teknologi yang telah dibangun bersama oleh Korea dan Indonesia,” katanya.

3. Bus listrik akan melayani Koridor 1 di Bali

Bus listrik dioperasikan di Bali, pada Kamis (22/10/2026). (IDN Times/Ayu Afria)

Sebelas bus listrik tersebut akan melayani Koridor 1 Trans Sarbagita rute pulang pergi sepanjang 53 kilometer dengan 56 halte, menghubungkan GOR Ngurah Rai dan Garuda Wisnu Kencana (GWK) melalui Universitas Udayana.

Satu unit dirancang untuk mengakomodasi pengguna kursi roda . Sasis bus diproduksi di Korea Selatan, sementara bodi dan interiornya diselesaikan di Indonesia oleh Karoseri Laksana.

Bagi Bali, armada baru ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas sehari-hari sekaligus mendukung target kendaraan listrik yang dioperasionalkan di Bali. Gubernur Bali, Wayan Koster, mengatakan hal ini sebagai bagian dari upaya Bali untuk memperluas transportasi bersih sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pulau.

Ia mengaku akan terus mempercepat pemanfaatan energi bersih, adopsi kendaraan listrik, dan berbagai inisiatif lingkungan lainnya untuk menjaga Bali tetap bersih, sehat, dan berkelanjutan, baik bagi warga maupun wisatawan.

“Kehadiran bus listrik akan memberikan transportasi publik yang lebih bersih dan nyaman bagi masyarakat Bali,” ucapnya.

Country Representative GGGI Indonesia, Rowan Fraser, menilai peluncuran ini lebih dari sekadar menghadirkan 11 bus listrik. GGGI akan terus menjembatani pemerintah dan sektor swasta, serta memadukan kebijakan, teknologi, dan investasi agar pengalaman di Bali dapat berkembang menjadi model elektrifikasi transportasi publik yang dapat diterapkan di wilayah lain di Indonesia.

“Peluncuran hari ini bukan hanya tentang 11 bus listrik. Ini adalah titik awal bagi transisi yang lebih luas menuju transportasi hijau, dimulai dari Bali, meluas ke seluruh Indonesia, dan pada akhirnya Asia Tenggara,” tegasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article