ilustrasi BRI menyiapkan uang tunai (dok. BRI)
Di balik tingginya permintaan pasar, para pelaku usaha tenun menghadapi tantangan berupa kenaikan harga bahan baku. Harga benang yang sebelumnya sekitar Rp400 ribu per pak kini meningkat menjadi sekitar Rp900 ribu per pak, sehingga kebutuhan modal usaha semakin besar.
Untuk memperkuat kapasitas produksi, Bagiarta memanfaatkan dukungan pembiayaan untuk pengembangan usaha, termasuk membangun homestore. Langkah tersebut dilakukan agar usaha yang telah berjalan puluhan tahun itu dapat terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“BRI mendukung kegiatan usaha pertenunan Wayan Bagiarta yang telah memberdayakan penenun lokal. Dengan demikian ekonomi masyarakat juga dapat hidup dan bergerak,” ujar Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya.
Menurut Hery, dukungan terhadap UMKM berbasis budaya lokal tidak hanya membantu pelaku usaha bertahan, tetapi juga menjaga keberlanjutan warisan budaya daerah. Selain itu, sektor ini turut menciptakan aktivitas ekonomi yang melibatkan banyak masyarakat.
Ia menambahkan kebutuhan modal akan terus meningkat seiring bertambahnya pelaku usaha dan berkembangnya skala bisnis. Karena itu, sektor perbankan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama pada sektor riil yang berbasis usaha masyarakat.
“Permodalan berupa pinjaman akan selalu dibutuhkan masyarakat untuk pengembangan usaha maupun memperbesar size usahanya. Di sinilah peran bank dalam mendorong pertumbuhan ekonomi terutama sektor riil,” katanya.