Polda Bali Beri Pendampingan Psikologis untuk Keluarga Wayan Supini

Keluarga menangis menerima jenazah korban

Badung, IDN Times – Jenazah terapis asal Bali, Ni Wayan Supini, tiba di Terminal Kargo dan Pos Domestik Bandara Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, pada Kamis (23/2/2023), pukul 16.00 Wita. Keluarga menangis menerima jenazah Supini, korban yang meninggal karena gempa di Turki.

Korban meninggalkan seorang suami dan tiga orang anak. Ia dikenal sebagai pekerja keras dan berangkat bekerja ke Turki pada Juli 2022 lalu. Selama 7 bulan berada di Turki, diketahui bahwa korban tidak masuk dalam daftar Pekerja Migran Indonesia secara resmi. Kini keluarga yang ditinggalkan juga mendapatkan pendampingan psikologis.

Baca Juga: Jenazah Wayan Supini Tiba di Bali, Dijemput Keluarga 

1. Kapolda Bali terjunkan 80 personel untuk menerima jenazah Supini

Polda Bali Beri Pendampingan Psikologis untuk Keluarga Wayan SupiniJenazah Supini yang meninggal di Turki tiba di Bali, Kamis (23/2/2023). (IDN Times/Ayu Afria)

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, mengatakan turut berbela sungkawa atas kejadian tersebut. Kepolisian Daerah Bali mendapatkan tugas dari pusat untuk pengurusan ketibaan jenazah hingga pengantaran ke rumah sakit. Sekitar 80 orang personel diterjunkan untuk menjalankan tugas. 

“Ini bagian tugas kami pengurusan ini semua, diberi tanggung jawab mengantar jenazah korban sampai di tempat tujuan,” ungkapnya, pada Kamis (23/2/2023).

2. Pendampingan psikologisl hingga satu bulan ke depan

Polda Bali Beri Pendampingan Psikologis untuk Keluarga Wayan SupiniSuami Supini, terapis yang meninggal di Turki. (IDN Times/Ayu Afria)

Kabag Psikologi Polda Bali, AKBP I Nyoman Wibawa, mengungkapkan telah dilakukan pendampingan terhadap keluarga inti korban. Pendampingan dilakukan oleh 5 orang konselor sejak Rabu (22/2/2023).

Secara umum kondisi keluarga korban diungkapnya masih stabil. Namun informasi terbaru yang didapatkan, ibu kandung korban membutuhkan pendamping psikologi.

“Satu bulan setelah ini kami lihat perkembangannya. Kalau perkembangannya masih stabil, paling kami pendampingan secara berkala saja,” jelasnya.

3. Perlu satu sistem data integrasi Pekerja Migran Indonesia (PMI)

Polda Bali Beri Pendampingan Psikologis untuk Keluarga Wayan SupiniJenazah Supini yang meninggal di Turki tiba di Bali, Kamis (23/2/2023). (IDN Times/Ayu Afria)

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, mengatakan bahwa telah ada dua korban meninggal gempa di Turki yang berasal dari Bali, yakni Nia Marlinda dan Ni Wayan Supini. Jenazah Wayan Supini telah diserahterimakan dengan keluarga. Jenazah tiba di Terminal Kargo dan Pos Domestik Bandara Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, pada Kamis (23/2/2023), pukul 16.00 Wita. Selanjutnya jenazah dibawa menggunakan Mobil Jenazah Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Denpasar menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung untuk dititipkan sementara.

“Sejauh ini rilis resmi dari KBRI dua ya. WNI-nya kan empat yang menjadi korban. Tetapi sebagian besar berada di Turki dan sudah dalam penanganan KBRI setempat,” ungkapnya.

Polda Bali Beri Pendampingan Psikologis untuk Keluarga Wayan SupiniJenazah Supini yang meninggal di Turki tiba di Bali, Kamis (23/2/2023). (IDN Times/Ayu Afria)

Pihaknya menyampaikan bahwa terkait dengan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sudah diatur dalam Undang-Undang dan Permenaker. Terkhusus di Bali, juga sudah ada Perda Penyelenggaraan Ketenagakerjaan dan Perlindungan Krama Bali.

Lalu mengingatkan kembali pengalaman pertama saat pandemik COVID-19, bahwa banyak WNI yang kembali pulang dari Turki, terutama di Provinsi Bali, yang ternyata tidak terdata dan terintegrasi dengan baik. Ke depannya, diperlukan satu sistem data yang terintegrasi, yang menyampaikan secara masif prosedur yang ada. 

“Harusnya dengan BP3MI ada 1.375 PMI (orang Bali di Turki) yang terdaftar dalam registernya BP3MI,” ungkapnya.

Topik:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya