Comscore Tracker

Kesaksian Tetangga Ketika Rumah Ini Jadi Home Industri Ganja di Bali

Kalau sudah seperti ini, seluruh elemen harus turun ya

Badung, IDN Times - Sepasang kekasih asal Rusia bernama Iurii Chernov (31) dan Mishel Kvara Tskheliya (27), harus mendekam di balik jeruji Mapolresta Denpasar. Mereka ditangkap karena membuat home industri ganja di sebuah rumah Jalan Jaya Sari Nomor 23 Jimbaran, Kuta Selatan.

Keduanya diketahui sudah dua tahun menempati rumah tersebut. Seperti apa interaksi mereka dengan tetangganya? Berikut penuturan tetangga sekaligus adik pemilik rumah yang disewa tersangka, Nyoman Tuta Asmara, kepada IDN Times.

1. Tetangga korban tidak curiga meski aktivitas penghuni rumah tersebut tertutup dan jarang keluar

Kesaksian Tetangga Ketika Rumah Ini Jadi Home Industri Ganja di BaliIDN Times/Ayu Afria

Nyoman Tuta Asmara menjelaskan, meski dirinya tinggal tepat di depan rumah tersangka, namun ia tidak menaruh kecurigaan apapun terkait aktivitas penyewa rumah kakaknya tersebut.

“Dari awal tidak ada. Mungkin diperpanjang satu tahun lagi saya sudah menaruh curiga sama dia,” terangnya, Senin (27/1).

Sepasang kekasih tersebut juga dikenal jarang keluar rumah. Kalau keluar selalu memilih tengah malam hari, di mana aktivitas sekitar sudah sepi. Keduanya terkadang terlihat mengeluarkan barang dari mobil Jazz merah yang disewanya.

Akhir-akhir ini, Nyoman sempat menaruh curiga dan hal ini ia sampaikan kepada kakaknya. Namun mereka tidak mengantongi barang bukti, sehingga aktivitas tersebut dibiarkan saja.

“Tidak pernah masuk ke dalam rumah. Ya kayaknya kalau kita masuk tidak dikasih karena itu kan bule nggak bisa digituin. Rusia apalagi punya watak keras dia,” katanya.

2. Saksi sering memantau gerak-gerik tersangka dari rumahnya. Tidak ada pekerjaan jelas yang dilakukan pata tersangka

Kesaksian Tetangga Ketika Rumah Ini Jadi Home Industri Ganja di BaliPara tersangka yang menanam ganja di Bali. (IDN Times/Ayu Afria)

Nyoman mengaku kerap memantau aktivitas penyewa rumah tersebut dari depan rumahnya. Karena posisi bangunan rumah Nyoman lebih tinggi daripada rumah yang disewa tersangka.

“Yang membuat saya curiga karena dia tidak pernah keluar kan. Aktivitasnya apa kan ndak (Tidak) ada dia. Apakah dia seorang pekerja apakah tidak kan saya tidak tahu. Itulah yang menyebabkan saya curiga,” jelas Nyoman.

Beberapa kali memang dia pernah mencium bau agak “ngas” atau sengit (Menggambarkan bau khas asap ganja ketika dibakar).

“Pernah mencium bau agak ngas gitu lho. Kayak orang tidak pernah mandi ya. Ngas itu. Tapi jarang dia. Dia itu tidak ngerokok pakai rokok itu nggak. Tapi pakai rokok elektronik itu dia,” jelasnya.

3. Disewa seharga Rp50 juta pertahun, tersangka merupakan penyewa ketiga dan mengaku ditempati seorang diri

Kesaksian Tetangga Ketika Rumah Ini Jadi Home Industri Ganja di BaliIDN Times/Ayu Afria

Kata Nyoman, Iurii Chernov merupakan penyewa ketiga setelah sebelumnya dua kali disewakan ke turis asing. Namun saat itu tersangka mengaku menempatinya sendirian. Harga sewanya Rp50 juta per tahun, yang dibayar secara angsuran (Menyicil).

“Dulu ini sudah tiga kali kontrak sama bule juga. Bule Jerman, yang kedua juga ada bule. Ini yang terakhir juga bule ini. Hubungan sama bule temannya itu, 2017 ya (Sewa rumah),” ungkapnya.

Beberapa kali memang pernah ada rekan tersangka yang tampak berkunjung ke rumah tersebut. Namun saksi tidak menaruh kecurigaan apapun.

“Dia bilang awalnya kan satu orang, yang cowok itu ya. Lagi beberapa bulannya datang cewek lagi. Saya pernah tanya, dia bilang itu suami istri,” jelasnya.

Topic:

  • Ayu Afria Ulita Ermalia
  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya