Kasus Bunuh Diri di Denpasar Disoroti: Masyarakat Jangan Apatis

Ayo sama-sama mencegah terjadinya bunuh diri

Denpasar, IDN Times - Fenomena sosial bunuh diri yang terjadi di masyarakat disebut kian mengkhawatirkan. Kasus ini pun disoroti oleh Tripika Kecamatan Denpasar Utara.

Guna mencegah terjadinya peristiwa serupa, digelar sosialisasi bersama Dinas Kesehatan Kota Denpasar di Ruang Rapat Camat Denpasar Utara, pada Selasa (31/1/2023).

Baca Juga: Fakta Adik Wakil Wali Kota Denpasar Jadi Terdakwa Kasus KDRT

1. Ada tiga kejadian bunuh diri di Denpasar Utara

Kasus Bunuh Diri di Denpasar Disoroti: Masyarakat Jangan ApatisSosialisasi pencegahan bunuh diri di Kecamatan Denpasar Utara. (Dok.IDN Times/Polsek Denut)

Kapolsek Denpasar Utara, Iptu I Putu Carlos Dolesgit, menyampaikan bahwa banyaknya peristiwa bunuh diri yang terjadi di wilayah Denpasar Utara seperti fenomena gunung es, yang dalam dua bulan terakhir ini saja dilaporkan sudah ada tiga kejadian. Satu korban usia produktif dan dua korban lanjut usia. Jumlah ini belum termasuk yang terjadi selama tahun 2022.

"Cepat atau lambat masalah fenomena bunuh diri ini merupakan permasalahan besar. Memang bukan perkara tindak pidana, karena dalam hukum pidana positif, bunuh diri dan percobaannya bukan merupakan tindak pidana karena tidak diancam pidana. Akan tetapi, keterlibatan orang lain pada perbuatan bunuh diri, diancam dengan pidana" jelasnya.

Dikonfirmasi lebih lanjut terkait dengan bentuk keterlibatan yang dimaksud dan ancaman pidana untuk pihak yang terlibat kasus bunuh diri, Carlos Dolesgit tidak menjelaskan secara pasti. Pertimbangannya adalah karena lebih mengedepankan pencegahan bunuh diri.

2. Warga Denpasar Utara diharapkan melaporkan kejadian yang menonjol di lingkungannya

Kasus Bunuh Diri di Denpasar Disoroti: Masyarakat Jangan Apatisilustrasi bunuh diri (IDN Times/Arief Rahmat)

Menurut Carlos Dolesgit, kasus ini menjadi pemicu timbulnya konflik dan permasalahan lainnya. Karenanya, Polsek Denpasar Utara meminta semua pihak agar melaporkan peristiwa-peristiwa menonjol dan gangguan keamanan, serta ketertiban masyarakat.

“Masyarakat harus aktif melaporkan peristiwa apapun, potensi kerawanan, dan apa yang terjadi ke Polri melalui Polsek terdekat, agar cepat diantisipasi dan ditindak lanjuti,” ungkapnya. 

Kasus Bunuh Diri di Denpasar Disoroti: Masyarakat Jangan ApatisFoto hanya ilustrasi. IDN Times/Rehuel ​Willy Aditama

Sementara itu, Camat Denpasar Utara, I Wayan Yusswara, menjelaskan apabila tidak ditangani dengan baik serta diantisipasi sejak dini, tentu akan menjadi permasalahan besar di kemudian hari.

“Kami menerima laporan dari Kapolsek, adanya peristiwa-peristiwa bunuh diri yang terjadi di wilayah kami, yang menurut Kapolsek perlu diadakan pencegahan dini,” ungkapnya.

3. Bagaimana pencegahan bunuh diri bisa dilakukan?

Kasus Bunuh Diri di Denpasar Disoroti: Masyarakat Jangan Apatisilustrasi laki-laki sedang stres (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Tenaga Kesehatan Medis Dinas Kesehatan Kota Denpasar sekaligus Founder of Rumah Berdaya Denpasar, dr I Gusti Rai Putra Wiguna SpKJ, yang hadir sebagai narasumber, mengatakan bahwa bunuh diri bukan diakibatkan oleh masalah tunggal. Namun lebih kepada permasalahan yang kompleks, di antaranya:

  • Faktor biologis
  • Genetik
  • Psikologis traumatic
  • Budaya
  • Perundungan
  • Kesehatan mental
  • Lingkungan di mana orang yang mengalami gangguan pada kesehatan mental
  • Traumatik sangat berbahaya pada kejiwaannya

Selain itu juga karena faktor kejiwaannya tidak dapat berfungsi dengan baik dalam bersosialisasi serta berkomunikasi di masyarakat. Apabila hal ini dibiarkan tanpa ada pencegahan serta solusi, maka bunuh diri menjadi jalan terakhir yang diambil.

“Bunuh diri itu sama dengan permasalahan, harus kita selesaikan bersama dan komunikasikan bersama, jangan apatis dan tidak peka, serta jangan pula memendam permasalahan sendiri,” ungkapnya.

Kasus Bunuh Diri di Denpasar Disoroti: Masyarakat Jangan ApatisIlustrasi mendengarkan curhat (pexels.com/SHVETS production)

Lalu bagaimana mencegah bunuh diri? Dijelaskan bahwa bunuh diri dapat dicegah, dengan tiga cara, di antaranya look, listen, and link:

  • Peka/lihat (Look), untuk melihat dan peka terhadap permasalahan atau masalah yang dialami seseorang
  • Dengarkan (Listen) permasalahannya dan membantu untuk mencarikan jalan ke luar atau solusi. Jangan masalah dijadikan perundungan atau masalah baru
  • Jalin komunikasi (Link) dengan banyak berkomunikasi dan bersosialisasi dengan siapapun untuk membuka wawasan serta pengetahuan guna menghindari traumatik masalah dipendam sendiri.

Topik:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya