Daftar Kabupaten di Bali Rawan Banjir saat Pemilu 2024

Bangli masuk kategori tinggi

Denpasar, IDN Times - Menjelang pelaksaan pemilu 2024 yang jatuh pada 14 Februari 2024 besok, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Made Rentin, mengingatkan kembali potensi bencana hedrometeorologi di beberapa wilayah Provinsi Bali. Lokasi rawan banjir ada di tujuh desa yang tersebar di dua kabupetan yakni Gianyar, dan Karangasem.

1. Beberapa desa berpotensi rawan banjir saat Pemilu 2024 berlangsung

Daftar Kabupaten di Bali Rawan Banjir saat Pemilu 2024(pixabay.com/j_lloa)

Rentin mengatakan, kabupaten rawan banjir kategori sedang saat pelaksanaan pemilu adalah 3 desa di Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Masing-masing Melinggih Kelod, Melinggih, dan Kerta.

Selain itu, ada 4 desa di Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Masing-masing Tangkup, Talibeng, Loka Sari, dan Wisma Kerta.

2. Beberapa kecamatan siaga curah hujan

Daftar Kabupaten di Bali Rawan Banjir saat Pemilu 2024ilustrasi hujan (unsplash.com/Osman Rana)

Berdasarkan peringatan dini cuaca, dan iklim Provinsi Bali periode Dasarian II Februari 2024 BBMKG Wilayah III Denpasar, potensi hujan sedang hingga lebat saat pemilu berlangsung terdapat di Kabupaten Buleleng, Kabupaten Bangli, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, dan Kabupaten Gianyar.

Hujan dengan status waspada terjadi di tiga kecamatan wilayah Kabupaten Tabanan. Yaitu Pupuan, Penebel, dan Baturiti. Menyusul Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar; Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng; Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, dan Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.

Sedangkan status siaga curah hujan di antaranya Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Kecamatan Sukasada, Buleleng; dan Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.

3. Beberapa langkah mitigasi bencana banjir di lingkungan TPS

Daftar Kabupaten di Bali Rawan Banjir saat Pemilu 2024Pengawalan pendistribusian logistik pemilu 2024 di Denpasar (Dok.IDN Times/Polresta Denpasar)

Beberapa langkah mitigasi yang diungkap untuk penanganan banjir, di antaranya:

  • Mengatahui tingkat kerentanan area TPS, apakah berada di zona rawan banjir
  • Menyiagakan sarana, dan prasarana penanggulangan bencana sebagai pendukung pelaksanaan pemilu seperti tenda, perahu, pompa air mobile, dan lainnya
  • Melakukan perencanaan untuk relokasi, termasuk memahami rute relokasi dan daerah yang lebih tinggi
  • Mengetahui saluran dan jalur yang sering dilalui air banjir, dan apa dampaknya untuk TPS
  • Memastikan penempatan lokasi TPS tidak berada persis di dekat aliran sungai yang sering terjadi banjir.

Topik:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya