Comscore Tracker

Bali Terima Hibah 200 Ribu Vaksin dari Belanda, Belum Juga Digunakan

Kira-kira kendalanya apa ya?

Denpasar, IDN Times – Pemerintah Provinsi Bali menerima hibah 200.000 dosis vaksin rabies dari World Organization of Animal Health yang dikirim dari Belanda. Hibah ini diterima Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian dengan Fasilitas Pembebasan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor, pada Senin (19/9/2022) lalu di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Penerimaan hibah vaksin rabies ini merupakan bagian dari rencana program vaksinasi rabies di Provinsi Bali yang dijalankan oleh Kementerian Pertanian menjelang gelaran KTT G20. Bagaimana perkembangan terbaru pembagian vaksin hibah ini?

Baca Juga: Polresta Denpasar dan Fans BU Doa Bersama untuk Korban Kanjuruhan

1. BB Veteriner Denpasar akan memantau hasil vaksinasi

Bali Terima Hibah 200 Ribu Vaksin dari Belanda, Belum Juga DigunakanKegiatan rush handling vaksin rabies hibah menjelang KTT G20, dilakukan pada September 2022 lalu. (Dok.IDN Times/istimewa)

Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar, drh. I Ketut Wirata, melalui sambungan telepon pada Selasa (4/10/2022), menyampaikan bahwa vaksin hibah tersebut langsung diserahterimakan kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Sejauh pantauannya bahwa pihak dinas masih merumuskan Operasional Kegiatan untuk pelaksanaan vaksinasi rabies di lapangan.

“Cuma masih terkendala dengan aplikasinya itu karena memang bantuannya itu sebatas vaksin saja. Jadi operasionalnya belum ada. Nah, untuk operasionalnya sendiri itu rencananya akan ditanggulangi oleh pemerintah daerah provinsi. Kan gitu. Sekarang sedang dirumuskan untuk biaya operasionalnya itu,” jelasnya.

Nantinya, sebulan setelah pelaksanaan vaksinasi rabies Balai Besar Veteriner Denpasar akan turun untuk mengecek kekebalan yang dihasilkan oleh vaksin tersebut.

“Kami laboratorium di sini tetap melakukan investigasi maupun penyidikan terkait dengan kasus diduga rabies. Kemudian kita ada kegiatan monitoring pasca vaksinasi,” terangnya.

2. Kabupaten kota masih habiskan stok vaksin rabies dari Pemerintah Indonesia

Bali Terima Hibah 200 Ribu Vaksin dari Belanda, Belum Juga Digunakanilustrasi anjing di Bali. (IDN Times/Ayu Afria)

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Anak Agung Istri Inten Wiradewi, mengungkapkan bahwa vaksin hibah tersebut hingga Selasa (4/10/2022) belum digunakan sama sekali. Pihaknya masih merencanakan pada minggu depan setelah pelaksanaan kegiatan pelatihan, maka rencananya akan mengaplikasikan vaksin hibah tersebut.

“Saat ini di kabupaten kota sedang memanfaatkan vaksin yang memang diadakan oleh pemerintah Indonesia. Yang sudah ada, didistribusikan di kabupaten kota,” jelasnya.

Ia mengatakan nantinya vaksinasi rabies yang dilakukan menyasar di area venue KTT G20 dan sebagian di daerah-daerah merah seperti Kabupaten Jembrana, Buleleng, Karangasem, dan Bangli. Rencana vaksinasi rabies di area penyelenggaraan KTT G20 ini nantinya berbagi peran dengan instansi penanggung jawab dari Kabupaten Badung. Sejauh ini laporan dari pihak Kabupaten Badung menyampaikan bahwa di lokasi Nusa Dua, HPR anjing sudah divaksinasi semuanya.

“Kami pengadaan vaksin untuk tahun ini ada 78 ribu dosis yang kami sebar di kabupaten kota. Itu yang pengadaan dari pusat. Stoknya mohon maaf saya belum update data,” ungkapnya.

3. Total dosis vaksin rabies yang dimiliki oleh dinas belum cukup untuk kebutuhan vaksin HPR

Bali Terima Hibah 200 Ribu Vaksin dari Belanda, Belum Juga Digunakanilustrasi anjing di Bali. (IDN Times/Ayu Afria)

Selajutnya Anak Agung Istri Inten Wiradewi mengungkapkan dengan jumlah vaksin rabies yang saat ini dimiliki oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Yakni pengadaan 78 ribu vaksin rabies dari Pemerintah Indonesia ditambah dengan hibah sebanyak 200 ribu dosis, maka masih dianggap kurang untuk mengcover vaksinasi HPR di Bali. Terlebuh mengingat vaksinasi rabies ini diberikan setiap setahun sekali.

“Jumlah HPR yang ada di Bali itu kurang. Itu kurang ya. Tetapi kami usahakan bisa menggunakan semuanya karena niki kan di tengah keterbatasan SDM yang kami miliki saat ini. Karena itu kan cuma bantuan vaksin,” jelasanya.

4. Bea Cukai Ngurah Rai berikan kebijakan rush handling terhadap hibah vaksin rabies

Bali Terima Hibah 200 Ribu Vaksin dari Belanda, Belum Juga DigunakanKegiatan rush handling vaksin rabies hibah menjelang KTT G20, dilakukan pada September 2022 lalu. (Dok.IDN Times/istimewa)

Sebelumnya, Bea Cukai Ngurah Rai memberikan pengeluaran segera (rush handling) atas impor ratusan ribu dosis vaksin rabies yang didatangkan oleh Kementerian Pertanian untuk menyukseskan gelaran G20 di Bali. Kepala Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT, Susila Brata, mengungkapkan bahwa telah memberikan Fasilitas Pembebasan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB dan NTT nomor KEP-141/WBC.13/2022 tanggal 29 Agustus 2022.

“Bea Cukai memiliki fungsi fasilitasi, dan sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.04/2019, atas impor barang hibah oleh Kementerian Pertanian untuk kepentingan umum tersebut dapat diberikan pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor, sehingga kami berikan fasilitas tersebut sebagai salah satu bentuk dukungan kami atas suksesnya presidensi G20,” ungkap Susila.

5. Perlunya penanganan khusus menjadi alasan kebijakan Bea dan Cukai tersebut

Bali Terima Hibah 200 Ribu Vaksin dari Belanda, Belum Juga DigunakanKegiatan rush handling vaksin rabies hibah menjelang KTT G20, dilakukan pada September 2022 lalu. (Dok.IDN Times/istimewa)

Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Mira Puspita Dewi mengungkapkan rush handling ini dilakukan dengan pertimbangan karakteristik vaksin rabies yang memerlukan penanganan dengan lemari berpendingin. Sehingga pihak Bea Cukai Ngurah Rai berikan asistensi kepada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian untuk mendapatkan pelayanan segera atau rush handling.

“Kami memahami bahwa vaksin ini perlu penanganan khusus agar kandungannya tidak rusak sampai tiba dan disalurkan, sehingga kami berikan pelayanan segera/rush handling kepada 200.000 dosis vaksin rabies. Dengan demikian barang dapat segera dikeluarkan terlebih dahulu, dan pemenuhan kewajiban kepabeanan dapat diselesaikan setelahnya,” jelasnya.

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya