Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ASN di Bali Dimudahkan Kredit Kendaraan Bermotor Hingga 7 Tahun
Ilustrasi sepeda motor listrik merek ALVA di Bali (Dok.IDN Times/Istimewa)

Denpasar, IDN Times – Kemudahan mendapatkan pembiayaan sepeda motor listrik di Bali semakin dimaksimalkan. Ke depannya, aparatur sipil negara (ASN) semakin dipermudah untuk mencicil sepeda motor listrik. 

Hal ini berkat kerja sama ALVA dengan PT Bank Pembangunan Daerah (Bank BPD) Bali pada Jumat (5/3/2024).

Chief Marketing Officer ALVA, Putu Yudha mengatakan, kerja sama ini bertujuan untuk memperluas aksesibilitas terhadap kendaraan ramah lingkungan bagi seluruh masyarakat Bali, termasuk ASN, yang mulai beralih menggunakan kendaraan bebas emisi. Ini pun menjadi partisipasi dalam membangun lingkungan Bali yang lebih berkelanjutan.

"Kami sangat antusias dalam upaya memperluas aksesibilitas terhadap kendaraan listrik di Bali. Melalui skema pembiayaan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam mempercepat transisi menuju mobilitas berkelanjutan,” ungkapnya.

1. ASN di Bali bakal dipermudah dalam pembiayaan kendaraan listrik

Kerjasama BPD Bali dan ALVA dalam pembiayaan kendaraan listrik (IDN Times/Ayu Afria)

Putu Yudha mengatakan, ke depannya ASN Bali akan dipermudah dalam pembiayaan kredit untuk sepeda motor. Keuntungan utama bagi ASN yang memilih skema pembiayaan ini, termasuk harga yang lebih kompetitif melalui skema pembayaran yang dipersonalisasi dan tenor yang lebih panjang dibandingkan dengan institusi lain.

ASN, kata dia, dapat memperoleh fasilitas kredit pembiayaan motor selama lebih dari 3 tahun, serta dukungan terhadap regulasi lingkungan yang mengharuskan pengurangan penggunaan kendaraan bahan bakar bensin.

“Adopsi kendaraan listrik di Bali ini cukup tinggi sebenarnya ya. Bahkan saya bisa bilang untuk kendaraan listrik roda dua itu sudah di atas 1 persen. Jadi salah satu yang tertinggi di Indonesia,” ungkapnya.

2. Kerja sama ini juga mendorong pengurangan emisi karbon dari kendaraan bermotor

Kalkulator emisi karbon ECOVISEA (Dok. East Ventures)

Putu Yudha juga mengungkap, kerja sama ini bisa berdampak positif yang didasarkan pada pertimbangan bahwa penggunaan kendaraan listrik sebagai media transportasi nyaris tidak menghasilkan emisi karbon.

"Sehingga mampu menekan secara signifikan pencemaran udara yang dihasilkan oleh sektor transportasi dan merupakan salah satu sektor yang berkontribusi paling besar atas pencemaran udara di Bali," kata dia.

Selain itu, dari sisi prospek jangka panjang, unit kendaraan listrik berbasis baterai tersebut dapat digunakan masyarakat hingga wisatawan. Sehingga tidak menutup kemungkinan untuk menciptakan pariwisata kekinian serta pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di Bali.

3.Kemudahan angsuran kendaraan listrik bagi ASN, bunga 8,5 persen per tahun

kredit mobil

Sementara itu, Kepala Bank BPD Bali Kantor Cabang Renon, Ayun Marheny mengatakan, pihaknya memberikan pembiayaan kendaraan listrik untuk ASN sampai dengan jangka waktu 7 tahun dengan suku buka 8,5 persen per tahun. Di awal tahun 2024 sampai saat ini tercatat sudah 7 orang ASN di Bali yang memanfaatkan pembiayaan kendaraan listrik.

“Masih kami khususkan kepada ASN di Bali. Kami lihat dulu perkembangannya. Ke depannya kami akan memperluas untuk pembiayaan,” ungkapnya.

Kerja sama itu, menurut dia, merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dan Peraturan Gubernur Nomor 48 tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Editorial Team

Related Article