Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Angin Kencang Rusak Atap Tempat Pangkalan Nelayan di Tabanan

Angin Kencang Rusak Atap Tempat Pangkalan Nelayan di Tabanan
Atap tempat pangkalan nelayan di Selemadeg rusak karena angin kencang (Dok.IDNTimes/Istimewa)
Intinya Sih

  • Angin kencang selama tiga hari di Tabanan merusak atap pangkalan nelayan di Desa Antap, tempat nelayan biasa berteduh dan menimbang hasil tangkapan.
  • Para nelayan memperbaiki atap yang rusak secara swadaya sambil menunggu cuaca membaik, karena sudah sekitar satu minggu mereka tidak bisa melaut.
  • Meski jukung nelayan aman dari kerusakan, banyak dari mereka beralih sementara menjadi buruh bangunan atau petani untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tabanan, IDNTimes-Angin kencang yang terjadi di Tabanan dalam tiga hari terakhir ini menyebabkan atap tempat pangkalan nelayan di Desa Antap Kecamatan Selemadeg rusak.

Menurut salah seorang nelayan di Desa Antap sekaligus Ketua Kelompok Nelayan KUB Shindu Merta, I Gede Agus Hermawan, pangkalan tersebut berfungsi sebagai tempat berteduh nelayan sekaligus menimbang ikan. "Saat angin kecang pada Kamis (5/3/2026) lalu atapnya lepas dan rusak," ujarnya, Sabtu (7/3/2026)

1. Nelayan perbaiki atap secara swadaya

Jukung nelayan di pantai Yeh Gangga Tabanan.
Ilustrasi jukung nelayan di Tabanan (IDNTimes/Wira Sanjiwani)

Agus mengatakan, untuk perbaikan atap yang rusak, nelayan memperbaiknya secara swadaya. "Kami urunan untuk memperbaiki atap tempat pangkalan ini," ujarnya.

Tak hanya sebabkan atap rusak, cuaca buruk wilayahnya membuat nelayan tidak melaut kurang lebih satu minggu. "Sudah satu minggu ini nelayan tidak melaut. Untuk mengisi waktu, mereka memperbaiki atap tempat pangkalan yang rusak sampai memperbaiki jaring," kata Agus.

2. Jukung nelayan aman dari terpaan angin kencang

Jukung nelayan parkir tidak melaut akibat angin kencang di Tabanan
Jukung nelayan parkir tidak melaut akibat angin kencang di Tabanan (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Agus menambahkan beruntung jukung yang dipakai nelayan untuk melaut tidak alami kerusakan. "Jukung kami syukurnya aman. Sebab sudah diparkir aman sejak semingguan karena nelayan tidak melaut. Jadi tidak sampai terkena imbas angin kencang," ujarnya.

Menurutnya, terakhir nelayan di wilayahnya melaut pada bulan Februari 2026 dan sempat menangkap ikan layur. "Sekarang ini musim lobster juga sedang kosong," katanya.

3. Nelayan kerja sambilan sebagai buruh bangunan dan petani

Ilustrasi nelayan tangkap ikan di Tabanan (IDN Times/Wira Sanjiwani)
Ilustrasi nelayan tangkap ikan di Tabanan (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Akibat tidak melaut, para nelayan di daerahnya melakukan pekerjaan sampingan sebagai petani hingga buruh bangunan. "Sekarang ini kalau tidak ada kerja sampingan, nelayan tidak bisa bertahan. Terlebih jika cuaca buruk berlangsung lama. Tidak ada pemasukan," ujarnya.

Agus melanjutkan kondisi cuaca buruk ini diharapkan bisa segera berlalu. "Prediksinya sih setelah Nyepi cuaca kembali membaik,''ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Bali

See More