Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Angin Kencang di Klungkung Robohkan Bangunan dan Pohon
Bangunan Bale Pesandekan di Desa Aan roboh, setelah diterjang angin kencang. (Dok. IDN Times/istimewa)
  • Angin kencang melanda Klungkung menyebabkan beberapa bangunan adat roboh, termasuk bale pesandekan di Desa Aan dan bale gong di Pura Dalem Kauh Kemoning.

  • Sejumlah pohon tumbang di berbagai desa seperti Paksebali, Gunaksa, dan Selat, sempat mengganggu arus lalu lintas namun tidak menimbulkan korban jiwa.

  • Badan Meteorologi menyebut angin kencang dipicu bibit siklon tropis 90S di Samudra Hindia yang memperkuat aktivitas cuaca ekstrem di wilayah Bali.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
4 Maret 2026

Angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Klungkung pada siang hari. Bale pesandekan di setra Desa Aan roboh sekitar pukul 14.00 Wita, dan beberapa pohon tumbang di berbagai desa.

5 Maret 2026

Perbekel Aan, I Wayan Wira Adnyana, menjelaskan ukuran bangunan yang roboh sekitar 4 x 6 meter. BPBD Klungkung melalui I Putu Widiada mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi angin kencang dan pohon tumbang.

kini

Belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Angin kencang di Bali dikaitkan dengan bibit siklon tropis 90S di Samudera Hindia yang masih memengaruhi cuaca wilayah tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Klungkung, menyebabkan sejumlah bangunan roboh dan pohon tumbang di beberapa desa, serta sempat mengganggu arus lalu lintas.
  • Who?
    Perbekel Aan I Wayan Wira Adnyana melaporkan kerusakan bangunan di desanya, sementara Kepala Pelaksana BPBD Klungkung I Putu Widiada memberikan imbauan kewaspadaan kepada warga.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di berbagai lokasi di Kabupaten Klungkung, termasuk Desa Aan, Desa Kemoning, Desa Paksebali, Desa Gunaksa, dan Desa Selat.
  • When?
    Kejadian berlangsung pada Kamis siang, 4 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 Wita, dengan laporan lanjutan disampaikan pada Kamis, 5 Maret 2026.
  • Why?
    Angin kencang dipicu oleh bibit siklon tropis 90S di perairan Samudera Hindia yang meningkatkan aktivitas cuaca ekstrem di wilayah Bali.
  • How?
    Hembusan angin kuat merobohkan bale pesandekan dan bale gong hingga rata tanah, menumbangkan pohon kelapa serta tiang lampu jalan; petugas kemudian mengevakuasi material dan membersihkan jalur lalu lintas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Klungkung, IDN Times- Angin kencang yang berembus di wilayah Kabupaten Klungkung pada Kamis (5/3/2026), menyebabkan sejumlah bangunan rusak. Yaitu bangunan bale pesandekan di setra Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan roboh.

Bangunan yang biasa digunakan sebagai tempat menggelar upacara adat tersebut ambruk sekitar pukul 14.00 Wita, saat embusan angin kencang terjadi di wilayah tersebut. Bale pesandekan itu roboh hingga rata dengan tanah. Tiang penyangga bangunan patah, sementara genteng berhamburan di sekitar lokasi.

Tiang lampu penerangan jalan yang berada di dekat bangunan juga ikut tumbang. Perbekel Aan, I Wayan Wira Adnyana, mengatakan ukuran bangunan yang roboh tersebut sekitar 4x6m (meter).

“Bangunan bale pesandekan yang roboh luasnya sekitar 4 x 6 meter,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Tidak hanya di Desa Aan, dampak angin kencang juga dirasakan di wilayah lain. Yaitu bale gong di Pura Dalem Kauh Kemoning, dilaporkan roboh hingga rata dengan tanah. Padahal bangunan tersebut baru selesai dibangun sekitar satu tahun lalu.

1. Pohon bertumbangan di beberapa wilayah Klungkung

Pohon tumbang rusak rumah warga di Desa Gunaksa setelah diterjang angin kencang. (Dok. IDN Times/istimewa)

Pohon kelapa di Desa Paksebali juga tumbang akibat diterjang angin kencang. Pohon tersebut menimpa bangunan yang berada di area Lapangan Tembak. Pohon kelapa yang tumbang juga dilaporkan menimpa tembok rumah warga di Desa Gunaksa hingga mengalami kerusakan.

2. Pohon tumbang mengganggu arus lalu lintas

Pohon tumbang tutup jalan di Desa Selat setelah diterjang angin kencang. (Dok. IDN Times/istimewa)

Sebatang pohon tumbang melintang di tengah jalan utama Klungkung–Besakih, tepatnya wilayah Desa Selat. Kejadian ini sempat mengganggu arus lalu lintas sebelum akhirnya ditangani. Hingga kini belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi angin kencang dan pohon tumbang, terutama saat cuaca ekstrem terjadi," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung, I Putu Widiada, Kamis (5/3/2026).

3. Angin kencang dampak dari bibit siklon tropis 90S di perairan Samudra Hindia

Ilustrasi cuaca ekstrem. (IDN Times/Aditya Pratama)

Angin kencang yang terjadi di beberapa wilayah di Bali merupakan dampak dari bibit siklon tropis 90S di perairan Samudra Hindia. Pergerakan bibit siklon ini diperkirakan meningkatkan aktivitas cuaca di wilayah Bali, terutama peningkatan curah hujan dan kecepatan angin dalam beberapa hari ke depan.

Selain itu, kondisi atmosfer juga diperkuat oleh aktivitas gelombang ekuatorial, yakni Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin, yang diprediksi akan melintasi wilayah Bali dalam waktu dekat. Kombinasi fenomena ini berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan yang lebih intens.

Editorial Team