Ada Perang, Gubernur Bali Senang Jika WN Timur Tengah Kabur ke Bali

- Gubernur Bali I Wayan Koster optimis perang Iran-Israel justru mendorong wisatawan pencari kedamaian datang ke Bali, dengan peningkatan kunjungan asing sebesar 8 persen hingga awal Maret 2026.
- Koster menilai citra aman dan kondusif Bali tetap terjaga meski ada beberapa kasus kriminal yang melibatkan warga asing, sehingga kepercayaan wisatawan mancanegara tetap tinggi.
- Selama Hari Raya Nyepi, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menghentikan seluruh penerbangan reguler selama dua hari, mencakup 440 jadwal penerbangan domestik dan internasional.
Denpasar, IDN Times - Di tengah ketar-ketir dampak perang antara Iran-Israel yang dibantu Amerika Serikat, Gubernur Bali, I Wayan Koster, malah terlihat semringah saat menanggapi pertanyaan awak media terkait dampak perang terhadap pariwisata Bali. Koster yakin banyak orang pencari perdamaian akan datang ke Bali.
"Justru karena ada perang di situ, orang mencari kedamaian. Datangnya ke Bali. Jadi meningkat," ungkapnya pada Kamis (12/3/2026).
Ia mengaku memonitor langsung jumlah kunjungan wisatawan asing ke Bali hingga 8 Maret 2026 yang lalu yang diklaimnya meningkat 8 persen. Pihaknya optimistis angka kunjungan akan stabil hingga penutupan bandara saat Nyepi.
Kemudian Koster juga mengatakan, kunjungan pariwisata Bali saat Lebaran nanti akan meningkat meski tidak disampaikan secara pasti angkanya. Selain itu, citra aman Bali dinilainya tetap stabil kendati beberapa kali terjadi kasus pembunuhan yang melibatkan warga negara asing.
"Bali ini sangat kondusif. Dunia melihat Bali ini baik sehingga para wisatawan mancanegara itu merasakan kenyamanan yang ada di Bali sehingga kunjungan ke Bali itu meningkat," ungkapnya.
Aktivitas penerbangan dihentikan pada Kamis dan Jumat
Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Nugroho Jati, menjelaskan selama periode Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 tersebut tercatat sebanyak 440 jadwal penerbangan komersial reguler tidak beroperasi. Rinciannya 231 penerbangan rute domestik dan 209 rute internasional. Selama periode penghentian operasional penerbangan tersebut, direncanakan terdapat 19 pesawat yang akan melakukan remain over night (RON) di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
Sesuai jadwal, penerbangan keberangkatan terakhir sebelum penghentian operasional adalah pada Rabu (18/3/2026) pukul 23.10 Wita untuk rute domestik, dan Kamis (19/3) pukul 01.30 Wita untuk rute internasional. Untuk penerbangan kedatangan terakhir adalah pada pukul Rabu (18/3) pukul 23.05 Wita untuk rute domestik, dan pada Kamis (19/3) pukul 00.30 Wita untuk rute internasional.
“Sesuai dengan Notice to Airmen (NOTAM) nomor A0096 yang diterbitkan oleh Perum LPPNPI/AirNav Indonesia, seluruh aktivitas penerbangan komersial reguler di bandara akan dihentikan mulai Kamis hingga Jumat. Selama periode tersebut tidak akan ada penerbangan reguler yang berangkat maupun mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai," ungkapnya.


















