Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Kesalahan Perawatan yang Berpotensi Merusak Terarium

7 Kesalahan Perawatan yang Berpotensi Merusak Terarium
ilustrasi merawat terarium (pexels.com/Anna Shvets)

Terarium adalah seni menanam tanaman dalam wadah transparan. Beberapa media yang dapat digunakan seperti botol kaca ataupun botol plastik transparan. Terarium umumnya menggunakan wadah yang berukuran tak terlalu besar.

Ide-ide tema pembuatan terarium biasanya diambil dari meniru lingkungan alam. Beberapa di antaranya seperti lanskap tropis dan lanksap gurun. Sehingga untuk menciptakan terarium seperti lanskap alam, diperlukan kondisi lingkungan di dalam terarium serupa dengan kondisi lingkungan sebenarnya.

Untuk menyimulasikan kondisi di dalam terarium seperti kondisi alam sebenarnya diperlukan perawatan khusus. Selain itu, dalam perawatan tersebut ada beberapa hal yang perlu dihindari agar tak merusak terarium seperti dalam senarai berikut. Simak lebih lengkap, berikut ini 7 kesalahan perawatan terarium yang dilansir dari thespruce.com, dan hermitgarden.com.

1. Terarium tak bisa bernapas jika disiram berlebih

terarium (pexels.com/Rosa Stone)
terarium (pexels.com/Rosa Stone)

Penyiraman berlebih menyebabkan akar tanaman kesulitan menyerap oksigen. Jika telanjur menyiram berlebihan, kamu bisa menyerapnya dengan tisu dan membiarkan terarium tetap terbuka hingga mengering. Penyiraman pada terarium sebaiknya menggunakan botol semprot untuk menghindari terlalu banyak air membasahi tanaman.

2. Jangan mengharapkan sukulen tumbuh subur dalam terarium yang tertutup

menanam sukulen pada terarium (pexels.com/cottonbro studio)
menanam sukulen pada terarium (pexels.com/cottonbro studio)

Normalnya sukulen tumbuh di lingkungan yang memiliki kelembapan rendah. Sirkulasi udara yang baik juga mendukung pertumbuhan sukulen agar tetap subur. Dalam terarium tertutup, sukulen tidak mendapat sirkulasi udara yang baik. Selain itu, kelembapan dalam terarium tertutup akan meningkat, kondisi ini tidak baik untuk pertumbuhan sukulen.

3. Kaca terarium yang kotor dan berkabut bisa jadi sumber masalah

ilustrasi membuat terarium (pexels.com/Anna Shvets)
ilustrasi membuat terarium (pexels.com/Anna Shvets)

Media tempat terarium tumbuh juga tak boleh luput dari perhatian. Baik botol kaca atau botol plastik transparan yang jadi tempat tumbuh terarium juga harus dibersihkan. Hindari kaca terarium berkabut bahkan kotor, karena menyebabkan sinar matahari sulit menyinari tanaman dalam terarium.

4. Pupuk berlebih tak selalu baik untuk tanaman

ilustrasi merawat terarium (pexels.com/Anna Shvets)
ilustrasi merawat terarium (pexels.com/Anna Shvets)

Sejatinya tanaman dalam terarium ditanam dalam media yang mini dan terabatas. Tanaman yang ditanam di dalam terarium diharapkan tetap tumbuh subur dalam ukuran kecil. Sehingga, pemberian pupuk berlebih tak disarankan untuk tanaman dalam terarium. Karena tanaman akan tumbuh besar di tempat terbatas yang berakibat merusak tanaman.

5. Jauhkan terarium dari sinar matahari berlebih

terarium (pexels.com/Anna Shvets)
terarium (pexels.com/Anna Shvets)

Tanaman dalam terarium tetap membutuhkan cahaya, tapi tak perlu berlebihan. Terutama untuk terarium dalam tempat kaca. Sinar matahari berlebihan bisa menyebabkan tanaman dalam terarium terbakar. Selain itu, suhu di dalamnya akan meningkat drastik dan berpotensi timbulkan kerusakan tanaman.

6. Terarium tak boleh kekurangan sinar matahari

ilustrasi merawat terarium (pexels.com/Anna Shvets)
ilustrasi merawat terarium (pexels.com/Anna Shvets)

Meski tak boleh terkena siar matahari berlebih, terarium tetap membutuhkan sinar matahari untuk berfotosintesis. Terarium membutuhkan sinar matahari sedikit dan tidak langsung. Terarium bisa di letakkan pada tempat yang bisa dijangkau cahaya sedikit. Jika tidak mendapatkan sinar matahari, kamu bisa menggunakan lampu neon.

7. Tanaman yang sekarat jangan dipertahankan

ilustrasi merawat terarium (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
ilustrasi merawat terarium (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Tanaman yang sudah mulai layu harus secepatnya dipisahkan agar tidak menyerang tanaman lain. Saat mengambil tanaman layu harus dilakukan dengan hati-hati agar tak merusak tanaman lainnya. Agar terarium tak terlihat kosong setelah penghuni sebelumnya diambil, direkomendasikan untuk mengganti tanaman yang memiliki kebutuhan cahaya dan kelembapan yang sesuai dengan tanaman lainnya dalam terarium.

Terarium yang tumbuh baik sangat dipengaruhi oleh faktor cahaya, sirkulasi udara, dan kelembapan. Sehingga perawatan yang mendukus faktor pertumbuhan tersebut menjadi kunci menghasilkan terarium yang indah seperti yang diharapkan.

Share
Topics
Editorial Team
Sukmawening Chairunisa
EditorSukmawening Chairunisa
Follow Us

Latest News Bali

See More

Harga Daging dan Pangan Lainnya di Bali 11 April 2026

11 Apr 2026, 12:13 WIBNews