Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Karakter Wajib Dimiliki Biar Dilirik jadi Partner Bisnis
Ilustrasi seorang perempuan (unsplash.com/aschultz98)

Kalau kamu tipe yang enggan menjadi karyawan di sebuah kantor, bikin bisnis sendiri barangkali menjadi pilihan. Namun kamu masih bingung mau bisnis apa dan gak yakin dengan prospeknya. Belum lagi memikirkan risiko apabila gagal.

Kamu merasa belum siap dan berharap banget ada orang yang lebih berpengalaman mau mengajakmu ber-partner dengannya.

Satu sisi, kamu masih butuh bimbingan. Namun di sisi lain, seseorang juga butuh teman untuk menjalankan bisnisnya. Namun biar terpilih, pastikan dulu kamu punya karakter sebagai berikut:

1. Jangan pemalas, ya! Itu yang utama

Ilustrasi malas dan pasrah (unsplash.com/lackingnothing)

Mana ada pengusaha yang membutuhkan partner seorang pemalas. Gak akan ada yang tertarik! Sebab kurang pintar dan berpengalaman masih bisa dilatih.

Namun kalau sudah kadung jadi pemalas, bahkan orangtua dan diri sendiri pun sukar mengubahnya. Makanya, jauhi sifat ini sekarang juga. Kalau gak, jangan harap bakal ada orang yang meminangmu sebagai partner bisnisnya.

2. Sebisa mungkin bergaya hiduplah sewajarnya

Ilustrasi hidup sederhana (unsplash.com/lee_hisu)

Sekalipun sampai saat ini kamu mampu membiayai gaya hidupmu yang mewah, ini bisa sangat memengaruhi penilaian orang padamu, lho. Calon partner pasti khawatir, kalau kebiasaan hidup mewah itu bikin kamu jadi terlalu banyak menuntut.

Misalnya, menuntut bagi hasil yang jauh lebih besar dan beragam fasilitas. Padahal, dia mencari partner untuk mengembangkan bisnis, bukan membangkrutkannya.

3. Mau kerja bareng, bukan cuma untung bareng

Ilustrasi teman kerja (unsplash.com/goldensson)

Wajar sih, bila saat diajak berpartner dalam bisnis, kamu langsung memperhitungkan potensi keuntungannya. Namun ingat, keuntungan itu ada sebabnya. Gak tiba-tiba saja diperoleh.

Jadi kamu harus terlebih dahulu menunjukkan peranmu sebaik mungkin. Kalau cuma berorientasi pada keuntungan yang akan diperoleh, kamu malah jadi gak bersungguh-sungguh dalam membantu membesarkan bisnis.

4. Bisa diajak berdiskusi

Ilustrasi berdiskusi di pantai (unsplash.com/elletakesphotos)

Singkirkan dahulu sifat aroganmu atau malah terlalu pemalu. Dua sifat tersebut sama-sama menyulitkanmu untuk bisa berdiskusi secara baik dengan siapa pun.

Jika arogan, kamu bakalan suka memaksakan kehendak. Padahal posisimu dengan partner itu setara. Bahkan bisa jadi sedikit lebih tinggi partner kamu bila dia pemilik usaha tersebut.

Sedangkan jika terlalu pemalu, kamu gak bisa menanggapi obrolannya dengan baik dan terbuka. Padahal, pendapatmu penting banget untuk memperluas sudut pandangnya akan berbagai masalah yang sedang dihadapi.

5. Bisa jaga sikap

Ilustrasi seorang perempuan (unsplash.com/wizwow)

Jaga sikap di sini berarti dua hal, pada partnermu dan klien atau pelanggan. Ingat, bagaimanapun dia yang mengajakmu untuk bergabung membesarkan bisnis. Dia sudah menjadi jalan rezeki untukmu.

Kamu harus bisa menunjukkan rasa terima kasih  dengan gak bersikap kurang ajar padanya. Begitu juga pada klien atau pelanggan. Terutama kalau kamu bergerak di bidang jasa. Jangan sampai sikap gak sopanmu berakibat pada meruginya usaha kalian.

6. Berani turun ke lapangan, gak cuma mengatur

Ilustrasi seorang pria (unsplash.com/asalmashkoori)

Mentang-mentang statusmu bukan karyawan, jangan lantas berlagak layaknya bos, ya! Apalagi malah seperti bos dari orang yang sudah mengajakmu berpartner. Itu namanya gak tahu diri!

Makin luwes bekerja, kamu akan semakin disukai. Kamu bisa mengatur strategi sekaligus mumpuni bila harus turun ke lapangan.

Dengan begini, gak menutup kemungkinan kamu malah bakal dilirik untuk menjadi partner dengan beragam jenis usaha. Bagaimana, sudah siap kebanjiran cuan, kan? Pastikan keenam karakter di atas ada padamu, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article